Banjarmasin, Jukung.co.id – Menjaga tradisi keluarga sekaligus mempererat tali silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga bukan perkara mudah. Namun hal itu justru terus terpelihara dengan baik oleh keluarga besar Almarhumah Hj Nurjanah yang bermukim di kawasan Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara.
Momentum Idul Adha 1447 Hijriah kembali menjadi saksi kuatnya kebersamaan keluarga besar tersebut melalui pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang telah rutin digelar saban tahun selawas lebih dari dua dekade.
Tahun ini, tradisi tahunan tersebut memasuki pelaksanaan ke-22 dengan kembali menyembelih tiga ikung sapi yang dagingnya disalurkan kepada warga nang berhak menerima.
Prosesi penyembelihan dihadiri anggota keluarga besar yang berkumpul untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut, baisukan Rabu (27/05/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan kekeluargaan yang telah diwariskan sejak Almarhumah Hj Nurjanah masih hidup.
Salah saurang keluarga besar Almarhumah Hj Nurjanah, Hari Kartono yang juga merupakan anggota DPRD Banjarmasin, mengungkapkan rasa syukur lantaran pada Idul Adha tahun ini keluarga kembali dapat melanjutkan tradisi kurban yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan kurban saban tahun menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebersamaan wan kepedulian sosial yang diwariskan kuwitan lawan anak cucunya.
“Alhamdulillah, tahun ini kembali bisa melaksanakan penyembelihan tiga ikung sapi. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk menjaga tradisi keluarga sekaligus memperkuat silaturahmi antaranggota keluarga besar,” ujarnya.
Hari Kartono menjelaskan, ratusan bungkus daging kurban yang dihasilkan matan penyembelihan tersebut kada hanya dibagikan lawan warga di sekitar kawasan Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara.
Sebagian daging juga disalurkan lawan warga di Desa Tatah Layung, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, agar manfaat ibadah kurban dapat dirasakan lebih luas.
Distribusi lintas wilayah ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen keluarga untuk terus menebarkan manfaat lawan warga nang membutuhkan.
Ia menilai, semangat berbagi yang terkandung dalam ibadah kurban harus terus dihidupkan wan diwariskan lawan generasi berikutnya.
Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan kurban tahunan ini juga menjadi ruang berkumpul sabarataan keluarga besar yang datang matan berbagai tempat.
Momentum tersebut dimanfaatkan gasan saling bertemu, mempererat komunikasi, wan menjaga tali persaudaraan yang telah terjalin selawas bertahun-tahun.
Hari Kartono berharap tradisi yang telah berjalan selawas 22 tahun ini dapat terus dipertahankan di masa mendatang.
Ia juga berharap jumlah hewan kurban yang disembelih terus bertambah matan tahun ke tahun sehingga semakin banyak warga nang dapat merasakan manfaatnya.
“Semoga tradisi ini terus hidup, silaturahmi keluarga tetap terjaga, wan jumlah hewan kurban semakin bertambah supaya manfaatnya lebih luas lagi gasan warga,” harapnya. (HNG/JCI).












