Yamin: Anak Banjarmasin Jangan Cuma Pintar di Kelas, Harus Tangguh di Lapangan!

Yamin: Anak Banjarmasin Jangan Cuma Pintar di Kelas, Harus Tangguh di Lapangan!

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui Kejuaraan Cabang Olahraga Sepak Bola Mini Soccer tingkat Sekolah Dasar se – Banjarmasin yang digelar di Lapangan Upik Mini Soccer, baisukan Kamis (21/05/2026).

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhnya generasi muda yang kada hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh, disiplin tinggi, serta karakter yang kuat melalui aktivitas olahraga.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan proses pendidikan anak kada cukup hanya berfokus pada pencapaian akademik di dalam ruang kelas.

Menurutnya, kakanakan juga membutuhkan ruang yang sehat wan kompetitif gasan mengasah keterampilan sosial, membangun kepercayaan diri, serta membentuk mental yang siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

“Kakanakan kada boleh hanya tumbuh pintar secara akademik, tetapi juga harus kuat mental, disiplin, sehat, wan mampu bekerja sama. Dari lapangan olahraga nangkaya ini lahir karakter yang nantinya sangat dibutuhkan dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Ia menilai mini soccer merupakan salah satu cabang olahraga yang efektif gasan menanamkan berbagai nilai penting kepada anak sejak usia dini.

Dalam permainan tersebut, kakanakan belajar tentang sportivitas, kerja sama tim, tanggung jawab, fokus, hingga kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan.

Menurut Muhammad Yamin, nilai-nilai nangkaya itulah yang menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang tangguh wan berintegritas.

Di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat, ia juga menyoroti tantangan menurunnya aktivitas fisik kakanakan akibat meningkatnya ketergantungan terhadap gawai wan dunia virtual.

Karena itu, olahraga dinilai menjadi salah satu solusi strategis gasan menyeimbangkan perkembangan intelektual wan fisik anak.

“Kalau kakanakan dibiasakan berkompetisi secara sehat sejak kecil, mereka akan belajar menghargai aturan, menghormati lawan, wan bangkit wayah mengalami kekalahan. Nilai nangkaya itulah yang ingin terus kita tanamkan di Banjarmasin,” tambahnya.

Muhammad Yamin optimistis Banjarmasin memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga usia dini.

Hal itu terlihat dari tingginya antusiasme sekolah-sekolah yang terlibat dalam kejuaraan tersebut, serta dukungan penuh dari buhan kuwitan yang terus mendorong anak-anak mereka aktif mengikuti kegiatan positif.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, sekolah, wan keluarga menjadi faktor penting dalam mencetak generasi yang sehat wan berkarakter.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan pembinaan olahraga pelajar merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia jangka panjang.

Ia menegaskan sekolah kada hanya memiliki tanggung jawab mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang aktif, sehat, wan memiliki karakter kuat.

“Kakanakan hari ini hidup di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Karena itu mereka harus diberikan ruang positif gasan berkembang, membangun disiplin, sportivitas, wan rasa percaya diri,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan olahraga nangkaya mini soccer juga menjadi sarana efektif gasan mendeteksi wan mengembangkan bakat kakanakan di bidang olahraga sejak dini.

Dengan pembinaan yang konsisten, bukan kada mungkin matan ajang-ajang tingkat pelajar nangkaya ini akan lahir atlet-atlet muda berbakat yang nantinya dapat mengharumkan ngaran Banjarmasin di tingkat regional maupun nasional.

Kejuaraan mini soccer tingkat SD se – Banjarmasin ini berlangsung meriah dengan diikuti puluhan tim matan berbagai sekolah dasar.

Sorak dukungan matan guru, kuwitan peserta didik, wan sesama pelajar menambah semangat buhan peserta yang tampil penuh antusias di atas lapangan.

Ajang ini kada hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran karakter yang nyata gasan kakanakan. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *