Banjarmasin, Jukung.co.id – Masa pensiun kada menjadi penghalang gasan buhan aparatur sipil negara untuk tetap aktif menjalin silaturahmi wan meningkatkan kualitas spiritual. Hal itu terlihat dalam kegiatan pengajian rutin yang digelar Forum Purnabhakti Pemerintah Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai Balai Kota Banjarmasin, Jalan RE Martadinata Banjarmasin Tengah, baisukan Sabtu (04/07/2026).
Puluhan pensiunan ASN mengikuti kegiatan tersebut dengan khusyuk. Pengajian menghadirkan Ustadz Dr. Ahmad Muhajir yang menyampaikan tausiyah bertema Habluminallah dan Habluminannas, mengenai pentingnya menjaga keseimbangan hubungan lawan Allah SWT serta membangun hubungan yang harmonis lawan sesama manusia, khususnya di masa purnatugas.
Ketua Forum Purnabhakti Pemko Banjarmasin, Hesly Junianto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan saban dua bulan sekali sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar pensiunan.
“Pertemuan ini kami laksanakan secara rutin saban dua bulan sekali. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi wadah gasan buhan pensiunan untuk saling bertukar pikiran, berbagi pengalaman, wan menjaga kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, forum tersebut kada hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental buhan pensiunan agar tetap aktif berinteraksi wan memiliki aktivitas yang bermanfaat setelah memasuki masa pensiun.
“Melalui forum ini kami handak buhan anggota memahami bila membangun hubungan yang baik dengan sesama pensiunan sangat penting gasan menjaga kesehatan mental, mengurangi rasa kesepian, serta menemukan tujuan hidup baru setelah memasuki masa pensiun,” ucapnya.
Ustadz Dr. Ahmad Muhajir mengingatkan kehidupan saurang muslim harus dibangun di atas dua hubungan yang berjalan beriringan, yakni hubungan lawan Allah SWT (habluminallah) wan hubungan lawan sesama manusia (habluminannas).
“Saurang muslim kada cukup hanya rajin beribadah kepada Allah. Hubungan lawan sesama manusia juga harus dijaga melalui akhlak yang baik, saling menghormati, peduli, wan menjaga silaturahmi. Kedua hal ini harus berjalan seimbang,” jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan buhan peserta dalam kehidupan sehari-hari sehingga masa pensiun menjadi fase kehidupan yang tetap produktif, penuh ketenangan, wan memberikan manfaat gasan keluarga maupun lingkungan sekitar. (EPW/JCI).












