Banjarmasin, Jukung.co.id – Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban di Banjarmasin mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah kandang penjualan sapi wan kambing di kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, mulai ramai didatangi pembeli yang ingin memesan hewan kurban lebih awal.
Meski sebagian kandang masih terlihat kosong, pasokan hewan kurban terus berdatangan matan luar daerah gasan memenuhi kebutuhan warga yang diperkirakan meningkat hingga mendekati hari raya.
Salah satu juragan sapi di kawasan RPH Banjarmasin, Rasyidi Ahmad, mengatakan pasokan sapi matan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai masuk sejak lima harian ini. Wayahini sekitar 500 ikung sapi telah berada di kandang wan sabarataan sudah dipesan pelanggan.
“Baru500 ikung yang masuk, tapi sabarataan sudah terjual kepada pelanggan. Pelanggan kami rata-rata matan Banjarmasin, Kotabaru, Palangkaraya wan Sampit,” ujarnya wayah ditemui di kawasan RPH, tengah hari Jumat (08/05/2026).
Menurut Rasyidi Ahmad, tren pembelian tahun ini cenderung lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Banyak pelanggan memilih melakukan pemesanan lebih awal gasan mendapatkan sapi dengan kualitas wan bobot yang sesuai kebutuhan.
Namun di tengah meningkatnya permintaan, harga sapi kurban tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Untuk sapi dengan bobot sekitar 80 kilogram, harga jual wayahini berada di kisaran Rp16 juta hingga Rp17 juta saikungnya. Padahal pada tahun lalu, harga sapi dengan ukuran serupa masih berada di angka sekitar Rp15 juta.
Rasyidi Ahmad menjelaskan kenaikan harga dipicu oleh naiknya harga beli sapi matan pemasok di Kupang serta meningkatnya biaya distribusi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.
“Naiknya cukup signifikan tahun ini sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta gasan sapi bobot 80 kilogram. Kami menjual tergantung berat wan kualitas sapinya per ikung. Di pemasok mulai naik harganya, naiknya harga BBM juga berpengaruh,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan permintaan warga terhadap hewan kurban masih relatif stabil wan diprediksi terus meningkat hingga H-1 Idul Adha.
Gasan memenuhi kebutuhan pasar, pasokan sapi tambahan kembali akan didatangkan dalam waktu sepekan ke depan. Tahun ini pihaknya menargetkan mampu menyediakan hingga 3.000 ikung sapi kurban.
“Hingga H-1 permintaan akan terus meningkat. Sepekan lagi pasokan akan kembali didatangkan lantaran masih banyak kandang yang belum terisi. Target kami tahun ini 3.000 ikung,” tambahnya.
Kada hanya sapi, penjualan kambing kurban di Banjarmasin juga mulai meningkat. Di kawasan RK Ilir, Banjarmasin Selatan, pedagang kambing mulai ramai melayani pelanggan matan berbagai daerah.
Penjual kambing, Syamsidi, mengatakan harga kambing kurban tahun ini masih relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Harga kambing dijual mulai Rp2 juta hingga Rp4,5 juta saikung tergantung ukuran wan kualitas.
“Tahun ini kami sediakan 1.000 ikung kambing yang didatangkan langsung matan Bondowoso, Jember wan Banyuwangi. Wayahini pasokan yang datang masih sekitar 500 ikung,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembeli kada hanya berasal matan Banjarmasin, tetapi juga matan sejumlah daerah lain di Kalimantan.
“Pelanggan yang datang matan Banjarmasin, ada juga matan Pelaihari, Kotabaru hingga Kalimantan Tengah wan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (EPW/JCI).












