Keluar Kantor Wayah Jam Kerja Wayahini Wajib Scan Barcode, PAM Bandarmasih Terapkan Sistem Digital

Keluar Kantor Wayah Jam Kerja Wayahini Wajib Scan Barcode, PAM Bandarmasih Terapkan Sistem Digital

Banjarmasin, Jukung.co.id – PAM Bandarmasih terus melakukan pembenahan internal gasan meningkatkan disiplin wan efektivitas kerja pegawai. Salah satu langkah yang wayahini diterapkan adalah penggunaan aplikasi digital Sistem Izin Keluar gasan sabarataan karyawan selawas jam kerja.

Aplikasi tersebut resmi diberlakukan sejak 06 Mei 2026 wan menjadi bagian matan program penguatan administrasi berbasis digital yang dikembangkan Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) PAM Bandarmasih.

Melalui sistem baru ini, sabarataan aktivitas izin keluar pegawai selawas jam kerja akan tercatat secara real time wan terintegrasi dalam sistem perusahaan.

Plt Supervisor Hukum wan Keamanan PAM Bandarmasih, Linda Rezky Fitriani, menjelaskan penerapan aplikasi tersebut kada gasan mempersulit pegawai, melainkan menciptakan sistem administrasi yang lebih tertib, aman, cepat, wan transparan.

“Tujuan penggunaan aplikasi ini gasan meningkatkan kedisiplinan wan efektivitas kerja, sekaligus memastikan data pergerakan pegawai selawas jam kerja tercatat dengan baik,” jelasnya, baisukan Jumat (08/05/2026).

Menurutnya, sebelum aplikasi tersebut diterapkan, sistem izin keluar sebenarnya sudah berjalan sekitar sabulan menggunakan pencatatan manual wan Google Form.

Namun wayahini sistem tersebut ditingkatkan menggunakan aplikasi digital agar proses pengawasan wan pendataan menjadi lebih efektif.

Melalui aplikasi itu, pegawai yang handak keluar kantor wayah jam kerja karena keperluan mendesak wajib menginput alasan izin keluar wan memperoleh persetujuan atasan terlebih dahulu.

Jika disetujui, sistem akan mengeluarkan barcode yang nantinya dipindai petugas keamanan wayah pegawai keluar maupun kembali ke kantor.

“Sabarataan data tercatat, mulai dari tujuan keluar, jam keluar, hingga estimasi waktu kembali. Jadi sistem ini membantu perusahaan melihat pola aktivitas kerja pegawai,” ujarnya.

Selain sebagai bahan evaluasi manajemen, sistem tersebut juga diharapkan mampu membentuk budaya kerja yang lebih profesional wan tertib di lingkungan perusahaan.

Linda Rezky Fitriani menambahkan, penerapan sistem digital ini juga sejalan dengan kebijakan baru perusahaan terkait penyesuaian jam masuk kerja yang wayahini dimulai pukul 08.00 Wita matan sebelumnya pukul 07.30 Wita.

Kebijakan tersebut diberikan agar pegawai memiliki waktu persiapan yang lebih baik sebelum memulai aktivitas kerja.

Meski begitu, perusahaan berharap adanya peningkatan tanggung jawab, kedisiplinan, wan produktivitas pegawai selawas jam kerja berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, tim satuan pengamanan kada hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi jua membantu edukasi kepada pegawai agar implementasi aplikasi berjalan lancar.

“Fungsi kami kada hanya pengawasan, tetapi jua pelayanan supaya sabarataan prosedur berjalan sesuai aturan perusahaan,” ucapnya.

Apabila ditemukan pegawai yang keluar tanpa mengikuti prosedur aplikasi, maka hal tersebut akan dicatat wan diteruskan kepada pihak SDM gasan ditindaklanjuti sesuai kebijakan perusahaan.

Linda Rezky Fitriani berharap sistem digital ini mampu meningkatkan efisiensi waktu wan tenaga kerja, sekaligus meminimalisasi aktivitas yang kada produktif selawas jam kerja.

Menurutnya, kedisiplinan pegawai akan berdampak terhadap optimalisasi pekerjaan wan pencapaian target perusahaan.

Selain itu, sistem kerja yang lebih tertib juga diharapkan dapat mendukung konsep work life balance gasan pegawai.

“Kalau pekerjaan selesai tepat waktu, kebutuhan lembur bisa diminimalkan. Pegawai juga punya lebih banyak waktu bersama keluarga wan menjaga kualitas hidup mereka,” pungkasnya.

Penerapan aplikasi izin keluar tersebut menjadi bagian matan transformasi digital PAM Bandarmasih dalam membangun budaya kerja modern, profesional, wan berbasis efisiensi pelayanan. (APR/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *