Siap Jadi Kota Mandiri! Kotabaru Siapkan Kawasan Baru 2.000 Hektar di Pulau Kepulauan

Siap Jadi Kota Mandiri! Kotabaru Siapkan Kawasan Baru 2.000 Hektar di Pulau Kepulauan

Kotabaru, Jukung.co.id – Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, meninjau lahan milik Pemerintah Daerah yang direncanakan menjadi kawasan pengembangan baru di Desa Tanjung Lalak Selatan, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, jelang tengah hari Selasa (28/04/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang terintegrasi di wilayah kepulauan.

Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Bapperida Kotabaru, Dinas Pekerjaan Umum wan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Survei lokasi ini merupakan bagian matan rencana pengembangan kawasan ke depan yang masuk dalam aset Pemerintah Daerah Kotabaru,” ujar Bupati.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pertumbuhan baru yang mencakup berbagai fasilitas umum wan layanan publik, nangkaya pembangunan rumah sakit, pengembangan cabang Universitas Lambung Mangkurat, sekolah rakyat, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga pusat pelatihan bahasa Inggris.

Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan gasan pengembangan sektor ekonomi produktif, termasuk peternakan wan pertanian terpadu.

Bupati berharap, percepatan pembangunan di kawasan tersebut dapat segera direalisasikan agar memberikan dampak gasan warga, khususnya dalam meningkatkan akses layanan wan membuka peluang ekonomi baru.

Kepala Bapperida Kotabaru, Rurien Sri Hardjanti, mengungkapkan pemerintah daerah telah memiliki sekitar 2.000 hektare lahan yang telah bersertifikat.

Menurutnya, lahan tersebut awalnya direncanakan sebagai kawasan peternakan terpadu seluas 4.000 hektare, namun sebagian masuk dalam kawasan hutan produksi, sehingga wayah ini yang siap dikembangkan mencapai sekitar 2.000 hektare.

“Ke depan, kawasan ini akan dikembangkan menjadi kota mandiri yang dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk rumah sakit, pendidikan, hingga kawasan ekonomi terpadu,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah aktivitas awal telah mulai dilakukan, termasuk pembukaan lahan gasan pembangunan BLK, sekolah rakyat, serta kawasan pertanian terpadu.

Rurien Sri Hardjanti optimistis, pengembangan kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah sekitar.

“Dengan adanya kawasan baru ini, kami yakin akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi yang berdampak langsung pada warga,” pungkasnya. (RLS/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *