Matan Ratik Jadi Berkah! Reses Zainal Hakim Ajak Warga Ubah Limbah Jadi Kreatif wan Bernilai

Matan Ratik Jadi Berkah! Reses Zainal Hakim Ajak Warga Ubah Limbah Jadi Kreatif wan Bernilai

Banjarmasin, Jukung.co.id  – Upaya pengurangan ratik matan sumbernya terus didorong melalui pendekatan langsung ke warga. Hal ini terlihat dalam kegiatan reses masa sidang I tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Banjarmasin dari Fraksi PKB, Zainal Hakim, di kawasan Jalan Padat Karya, Komplek Herlina Perkasa, Blok Keruwing Raya No.54 Rt 64 Rw.04 Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, jelang tengah hari Ahad (05/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, selain menyerap aspirasi warga, Zainal Hakim juga memanfaatkan momentum reses untuk memberikan edukasi terkait pengelolaan ratik berbasis rumah tangga.

Ia menjelaskan, pengurangan ratik harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni matan rumah, melalui kebiasaan memilah antara ratik organik wan anorganik.

“Kalau matan rumah sudah dipilah, dampaknya akan besar. Bahkan jika dikelola dengan baik, ratik bisa menjadi sesuatu yang bernilai, nangkaya kompos atau kerajinan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini kada hanya membantu mengurangi beban Wadah Pembuangan Sementara, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi kreatif gasan warga.

Melalui kegiatan reses ini, Zainal Hakim berharap kesadaran warga terhadap pengelolaan ratik semakin meningkat, sehingga persoalan lingkungan dapat ditangani secara bersama-sama, dimulai matan lingkup terkecil.

Ia juga menegaskan perubahan perilaku warga menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang barasih, sehat, wan berkelanjutan di Banjarmasin.

Edukasi yang diberikan mendapat respons positif dari warga. Salah satu warga, Sawitri, mengaku telah lebih dulu menerapkan pemilahan ratik di rumah tangganya.

Ia menyebut, ratik organik nangkya sisa sayur wan nasi dimanfaatkan sebagai bahan kompos, sementara ratik plastik diolah menjadi berbagai kerajinan tangan.

“Plastik bisa dibuat jadi bunga, bahkan bentuk burung. Selain mengurangi ratik, juga bisa jadi hiasan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan warga lainnya, Yuni, yang menilai kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran warga.

“Sosialisasi nangkaya ini penting, karena banyak warga yang belum tahu kalau ratik bisa dimanfaatkan. Harapannya kegiatan nangkaya ini bisa lebih sering dilakukan,” harapnya. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *