Awas! Valve Banyu Sengaja Ditutup Oknum, PAM Bandarmasih Siapkan Pengamanan Ketat

Awas! Valve Banyu Sengaja Ditutup Oknum, PAM Bandarmasih Siapkan Pengamanan Ketat

Banjarmasin, Jukung.co.id – PAM Bandarmasih mengambil langkah tegas dengan memperketat pengamanan terhadap sabarataan valve distribusi banyu barasih di  Banjarmasin. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap tindakan kada bertanggung jawab yang dapat mengganggu pelayanan kepada warga.

Langkah tersebut diambil menyusul ditemukannya sejumlah kasus penutupan valve distribusi oleh oknum yang kada dikenal. Aksi tersebut berdampak langsung pada terganggunya suplai banyu barasih ke pelanggan di beberapa wilayah.

Manager TRD PAM Bandarmasih, Helmie Ansyari, mengungkapkan pihaknya telah tiga kali mendapati valve distribusi sengaja ditutup.

“Valve diameter 500 milimeter di depan Komplek Rawasari sudah dua kali ditutup, wan valve diameter 300 milimeter di Jalan Sungai Gampa satu kali,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).

Menurutnya, meski sebelumnya pengamanan telah dilakukan dengan melepas kepala valve agar hanya bisa diputar menggunakan kunci khusus, namun masih ada oknum yang berhasil memanipulasi wan memutar valve tersebut dengan alat lain.

Menanggapi hal itu, PAM Bandarmasih berencana menambah sistem pengamanan ekstra di seluruh titik valve, sekaligus meningkatkan intensitas patroli pengawasan, terutama pada malam hari yang dinilai rawan terjadinya aksi serupa.

“Kami juga akan memperketat pengawasan di lapangan. Jika nantinya ditemukan bukti kuat terhadap pelaku, maka akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Helmie Ansyari.

Ia menambahkan, selawas ini pihaknya belum dapat mengambil tindakan hukum secara maksimal karena keterbatasan bukti, serta modus pelaku yang beraksi di waktu malam hari.

Helmie Ansyari menjelaskan, valve distribusi merupakan bagian vital dalam sistem penyaluran banyu barasih. Fungsinya gasan mengatur tekanan wan pemerataan distribusi banyu ke pelanggan di berbagai wilayah.

Apabila valve ditutup secara sembarangan, dampaknya kada hanya menyebabkan gangguan distribusi banyu, tetapi juga berpotensi merusak jaringan perpipaan akibat tekanan banyu yang kada terkendali.

“Penutupan valve harus melalui analisa wan perhitungan teknis. Jika dilakukan sembarangan, bisa menyebabkan pipa pecah wan merugikan banyak pihak,” jelasnya.

Selain merugikan perusahaan, tindakan tersebut juga berdampak langsung pada warga yang kada mendapatkan pasokan banyu barasih secara normal.

Untuk itu, PAM Bandarmasih mengajak sabarataan warga turut berperan aktif dalam menjaga infrastruktur banyu barasih. Partisipasi publik dinilai penting gasan mencegah terjadinya gangguan layanan di lapangan.

Warga diimbau segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak jaringan perpipaan, baik melalui call center resmi maupun kepada aparat berwenang.

Dengan pengamanan yang lebih ketat serta dukungan warga, PAM Bandarmasih berharap distribusi banyu barasih dapat berjalan lebih optimal wan terhindar matan gangguan yang merugikan banyak pihak. (APR/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *