Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali mempertegas komitmennya dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, wan Menengah (UMKM) melalui program perlindungan usaha. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pemberian polis asuransi gasan pelaku UMKM, hasil kolaborasi dengan BRI Insurance Cabang Banjarmasin.
Program tersebut dilaksanakan di kawasan Pasar Sentra Antasari Banjarmasin, wan dihadiri Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia, Helvi Yuni Moraza, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, Ketua DPRD Banjarmasin, Rikval Fachruri, jajaran Forkopimda, kepala SKPD, serta buhan pelaku UMKM. Baisukan Selasa (21/04/2026).
Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, dalam kesempatan tersebut menegaskan pemerintah pusat wayah ini memfokuskan pengembangan UMKM pada dua aspek utama, yakni perluasan akses pasar wan kemudahan pembiayaan.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah menghadirkan program perlindungan usaha melalui asuransi. Menurutnya, keberadaan asuransi akan memberikan rasa aman gasan pelaku UMKM dalam menjalankan usaha, terutama di kawasan perdagangan nangkaya Pasar Sentra Antasari.
Helvi Yuni Moraza juga mendorong agar pelaku UMKM di Banjarmasin mulai diarahkan dalam sistem klasterisasi berdasarkan sektor usaha. Pendekatan ini dinilai akan mempermudah akses terhadap pembiayaan serta membuka peluang pasar yang lebih luas.
Ia menambahkan, UMKM ke depan akan menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri nasional. Berbagai program strategis pemerintah, mulai penyediaan makanan bergizi, penguatan koperasi, sektor perikanan, hingga pembangunan perumahan, membutuhkan keterlibatan aktif UMKM sebagai penyedia barang wan jasa.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi kepada BRI Insurance atas kontribusinya dalam mendukung keberlangsungan usaha pelaku UMKM di daerah.
Menurutnya, pemberian polis asuransi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah wan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh wan berkelanjutan.
Muhammad Yamin berharap, dengan adanya perlindungan asuransi, pelaku UMKM dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha mereka tanpa dihantui risiko kerugian yang kada terduga.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi wan peningkatan kualitas produk agar UMKM di Banjarmasin mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan UMKM kada hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas wan menjadi penggerak utama perekonomian daerah. (EPW/JCI).












