Tidak Lagi Andalkan Angkut Ratik, 1.582 Agen 3R Siap Ubah Wajah Banjarmasin

Tidak Lagi Andalkan Angkut Ratik, 1.582 Agen 3R Siap Ubah Wajah Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi meluncurkan Program Agen Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai langkah strategis dalam mengubah pendekatan penanganan ratik di Banjarmasin. Program ini menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat dari sumbernya, bukan lagi sekadar mengandalkan pengangkutan dan pembuangan akhir.

Peluncuran dipimpin Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dengan melibatkan perwakilan dari 1.582 agen yang akan ditempatkan di setiap RT se-Banjarmasin. Kegiatan digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Jalan RE Martadinata, Banjarmasin Tengah, kamarian Rabu (18/02/2026).

Muhammad Yamin menegaskan bila persoalan ratik tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah armada pengangkut atau memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Ia menyebut akar persoalan justru berada di tingkat rumah tangga.

“Kami menargetkan 1.582 Agen 3R di setiap RT menjadi garda terdepan pengurangan ratik dari rumah. Kalau masyarakat mulai memilah ratik dari sumbernya, beban TPA akan berkurang secara signifikan,” ujarnya.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan ratik di kota berbasis sungai seperti Banjarmasin, di mana ratik rumah tangga masih sering berakhir di saluran drainase hingga sungai. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap kebersihan lingkungan dan potensi banjir.

Para Agen 3R nantinya bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan ratik organik dan anorganik, pemanfaatan kembali barang yang masih layak pakai, serta mendorong kegiatan daur ulang di lingkungan masing-masing.

Menurut Muhammad Yamin, keberadaan agen di setiap RT menjadi kunci dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Meski demikian, ia mengakui rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah ratik masih menjadi tantangan besar.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin akan memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para agen, menyediakan sarana pemilahan ratik di lingkungan permukiman, serta mengintensifkan kampanye penggunaan produk ratik lingkungan.

“Hari ini hadir perwakilan dari 1.582 Agen 3R. Mereka bukan hanya simbol program, tetapi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, melalui program ini diharapkan sistem pengelolaan ratik di Banjarmasin dapat bertransformasi dari pola reaktif menjadi preventif. Agen 3R diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus menumbuhkan budaya baru yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *