Jakarta, Jukung.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerima apresiasi dari Kementerian Kebudayaan RI atas kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang diwujudkan melalui bantuan dana DAK Nonfisik untuk sejumlah unit kebudayaan di Kalsel. Pengumuman ini disampaikan Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, saat pembukaan Festival Gerbang Nusantara 2025 di Plataran Sarinah, Jakarta, jelang kamarian Jumat (28/11/2025).
Bantuan DAK Nonfisik diberikan kepada beberapa institusi, yaitu: Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, senilai Rp 2 miliar, Museum Waja Sampai Keputing, Banjarmasin, senilai Rp 1,5 miliar, karena kinerja anggaran yang baik serta UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, senilai Rp 2 miliar, berkat penilaian kinerja positif dari Kementerian Keuangan.
Sementara itu Wamenbud Giring Ganesa menilai, festival yang dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin masing-masing beserta istri, serta jajaran pejabat dan komunitas budaya ini, menjadi ajang strategis bagi daerah untuk menampilkan potensi seni budaya, sekaligus melibatkan generasi muda dan komunitas kreatif. Festival ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkenalkan budaya Kalsel di tingkat nasional maupun internasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menjelaskan penghargaan ini mencerminkan keberhasilan pemerintah provinsi dalam sektor pendidikan maupun kebudayaan.
“Dari sisi pendidikan, ada penghargaan prestasi anak dan Bunda PAUD terbaik nasional. Dari sisi kebudayaan, Museum Lambung Mangkurat dan UPTD Taman Budaya Kalsel menerima apresiasi karena kinerja sangat baik. Dukungan anggaran DAK Nonfisik ini menunjukkan penilaian positif Kemenbud terhadap Kalsel,” ujarnya.
Galuh Tantri Narindra menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan amanah pemerintah pusat, memajukan pendidikan dan kebudayaan, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan di kancah nasional maupun internasional.
Menurut Galuh Tantri Narindra, keberhasilan meraih DAK Nonfisik dan penghargaan dari Kemenbud RI diharapkan berdampak pada: Pelestarian dan penguatan identitas budaya Banua, Peningkatan ekonomi kreatif melalui seni, fashion, dan kuliner, Pengembangan pariwisata berbasis budaya serta Motivasi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerah.
Festival Gerbang Nusantara 2025, yang mengangkat tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi Dalam Harmoni Budaya”, berlangsung selawas dua hari, 28–29 November 2025, dengan menampilkan ragam pertunjukan seni dan kuliner khas Banjar.
Penampilan yang ditampilkan antara lain: Tari Kuda Gipang dari Hulu Sungai Selatan, Madihin Milenial, Musik tradisional Banjar, Fashion Show Sasirangan oleh tokoh dan pejabat asal Kalsel, Sajian kuliner khas Banjar, seperti Soto Banjar, Salad Banjar, Bubur Hintalu Karuang, serta aneka wadai Banjar
Festival Gerbang Nusantara 2025 menjadi momentum strategis bagi Kalimantan Selatan untuk menegaskan posisi budaya Banua di pentas nasional, sekaligus mendorong keberlanjutan pembangunan kebudayaan dan pendidikan di provinsi tersebut. (HNG/JCI).












