Banjarmasin, Jukung.co.id – Dinas Pendidikan Banjarmasin mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menggelar sosialisasi gasan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri se-Banjarmasin. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri 3 Banjarmasin, Jalan Pangeran Antasari, Banjarmasin.
Sosialisasi tersebut dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Banjarmasin, Arief Agung Saptoto, wan dihadiri berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Hadir dalam kegiatan ini unsur Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, kepala SMP Negeri, perwakilan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD), hingga instansi pendukung nangkaya Diskominfotik, Disdukcapil, wan Dinas Sosial.
Menurut Arief Agung Saptoto, kegiatan ini menjadi langkah strategis gasan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat pemahaman teknis seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan SPMB. Ia menegaskan keberhasilan proses penerimaan murid baru kada hanya bergantung pada satu instansi, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Tujuan kegiatan ini adalah memastikan proses penerimaan murid baru berjalan transparan, objektif, akuntabel, dan berkeadilan,” ujarnya, baisukan Kamis (30/04/2026).
Ia menjelaskan, masing-masing instansi memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran SPMB. Dinas Komunikasi Informatika wan Statistik Banjarmasin berperan dalam penguatan sistem teknologi informasi pendaftaran, sementara Dinas Kependudukan wan Pencatatan Sipil Banjarmasin bertugas memastikan validitas data kependudukan calon peserta didik.
Di sisi lain, Dinas Sosial Banjarmasin memiliki peran penting dalam melakukan verifikasi data calon peserta didik matan keluarga kurang mampu, khususnya dalam jalur afirmasi.
Arief Agung Saptoto menambahkan, sosialisasi ini juga penting gasan memberikan pemahaman menyeluruh lawan warga, khususnya calon peserta didik wan kuwitannya. Informasi yang disampaikan mencakup tahapan pendaftaran, jalur seleksi, persyaratan administrasi, hingga mekanisme pengumuman hasil seleksi.
Dengan adanya sosialisasi yang komprehensif, diharapkan potensi kesalahan administrasi maupun kebingungan wayah proses pendaftaran dapat diminimalisasi. Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya mencegah beredarnya informasi yang kada akurat di tengah warga.
“Dengan pemahaman yang baik, warga dapat mengikuti proses pendaftaran secara benar wan kada mengalami kendala teknis,” jelasnya.
Pemerintah Kota Banjarmasin menaruh perhatian besar terhadap kualitas pelaksanaan SPMB, mengingat proses ini menjadi pintu awal gasan peserta didik dalam mengakses layanan pendidikan yang layak.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Disdik Banjarmasin berharap pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat berjalan lebih tertib, transparan, serta memberikan kemudahan gasan warga dalam mengakses pendidikan.
“Semoga proses penerimaan murid baru tahun ini dapat terlaksana dengan baik wan memberi kemudahan gasan warga,” pungkasnya. (EPW/JCI).












