Banjarmasin, Jukung.co.id – Ratusan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan kembali memenuhi halaman Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, tengah hari Senin (24/11/2025). Sejak tengah hari, massa aksi berkumpul untuk menyampaikan berbagai tuntutan yang mereka nilai penting bagi masa depan demokrasi dan lingkungan hidup di Banua.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beberapa pekan terakhir kembali menghantui masyarakat. Mereka mendesak pemerintah daerah dan pusat memastikan distribusi BBM berjalan normal serta menindak para pelaku penyimpangan.
Isu lain seperti dugaan perampasan aset, maraknya tambang ilegal, serta penolakan atas rencana pemerintah menetapkan kawasan Pegunungan Meratus sebagai Taman Nasional Geopark juga menjadi bagian dari rangkaian tuntutan. Menurut mahasiswa, kebijakan terkait Meratus harus mengedepankan partisipasi masyarakat adat dan mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang.
Aksi tersebut berlangsung di bawah pengamanan ketat polisi. Ratusan aparat kepolisian telah bersiaga sejak baisukan hari untuk memastikan demonstrasi berjalan aman dan tertib. Meski massa memadati area depan gedung, aksi berlangsung damai dan terorganisir.
“Kami tidak akan menutup mata. Apa yang disampaikan mahasiswa hari ini adalah keresahan masyarakat. DPRD siap menyampaikan dan mengawal aspirasi ini,” ujar Supian HK di hadapan massa aksi.
Sebagai bentuk keterbukaan, Supian HK juga mempersilakan perwakilan mahasiswa bahkan seluruh peserta aksi, untuk masuk ke gedung DPRD guna melanjutkan diskusi lebih mendalam. Ia berharap dialog langsung tersebut dapat menghasilkan langkah konkret yang bisa ditindaklanjuti oleh DPRD maupun eksekutif daerah.
Aksi berakhir dengan tertib, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal proses pengawalan aspirasi ini oleh pihak DPRD. Mereka menegaskan perjuangan tidak berhenti di jalanan, melainkan berlanjut pada proses pengawasan dan dialog berkelanjutan. (EPW/JCI).
