Banjarmasin, Jukung.co.id – Senyum Rokayah terlihat tulus meski tangannya sibuk merangkai bunga melati di atas payung kembang. Perajin asal Kelurahan Pengambangan, Banjarmasin Utara, menjadi salah satu dari 18 peserta Lomba Payung Kembang yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui UPTD Taman Budaya Kalseldi Balairung Sari, baisukan Ahad (14/09/2025).
Di balik semangatnya, Rokayah mengaku tidak mudah membuat karya tradisi khas Banjar tersebut. Kendala terbesar ada pada ketersediaan kembang, terutama menjelang bulan Maulid. “Harga melati bisa naik sampai Rp350 ribu bahkan Rp400 ribu per kantong. Kalau hari biasa hanya Rp50 ribu. Belum lagi kadang ada bunga mawar atau kenanga yang kosong di pasaran,” ujarnya.
Rokayah tetap berusaha setia dengan tradisi. Jika bunga tertentu sulit didapat, ia mencari alternatif tanpa mengurangi nilai budaya. “Kadang diganti dengan bunga lain, tapi nuansa payung kembang tetap harus dijaga,” tambahnya.

Bagi Rokayah, membuat payung kembang bukan sekadar hobi, melainkan warisan keluarga. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah terbiasa membantu almarhum mamanya merangkai kembang demi kembang. Kini, keahliannya ia bawa ke panggung lomba. “Saya belajar langsung dari mama sejak kecil. Jadi, setiap kali membuat payung kembang, saya merasa seperti mengenang beliau,” ucapnya pelan.
Meski persaingan cukup ketat, Rokayah mengaku bahagia bisa kembali tampil di ajang resmi setelah sekian lawas. Karena, karya terbaik lomba ini akan dipilih menjadi dekorasi utama panggung pembukaan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXIV tahun 2025 Kalimantan Selatan di Banjarmasin. “Saya senang sekali, mudah-mudahan acara seperti ini bisa rutin diadakan lagi setiap tahun,” tuturnya penuh harap.
Meski penuh tantangan, para peserta tetap antusias mengikuti lomba yang menjadi rangkaian Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXIV ini. Lomba dihadiri juri yang terdiri dari tokoh budaya dan aktivis perempuan, di antaranya Ketua Umum Yayasan Lestari Anggrek Kalsel Siti Wasilah, pengamat budaya Kamarul Hidayat, dan Ketua DPW P2LIPI Kalsel Nawang Wijayati. (HNG/JCI)












