Banjarmasin, Jukung.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Kalimantan Selatan resmi digelar di Hotel Fugo, Jalan A. Yani Paal 2,5 Banjarmasin Tengah, pada Ahad hingga Senin, 3–4 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus DPD Golkar dari 13 kabupaten/kota, organisasi sayap partai, serta perwakilan partai politik lainnya di Kalimantan Selatan.
Musda dibuka secara meriah dengan kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang disambut dengan pemasangan laung sasirangan, simbol kebanggaan khas Banua. Kedatangan rombongan DPP Partai Golkar ini menandai pentingnya momentum konsolidasi politik di tingkat daerah.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, yang juga digadang-gadang sebagai kandidat kuat Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Musda ke-11 Partai Golkar, sekaligus menegaskan komitmen untuk menyukseskan jalannya forum.
“Saya mewakili Gubernur H. Muhidin yang sedang bertugas di Jakarta, menyampaikan salam hormat kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar dan seluruh jajaran. Kami berharap Musda ini berjalan tertib, lancar, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis demi kemajuan Partai Golkar di Kalimantan Selatan,” ujar Hasnuryadi, kamarian Ahad (03/08/2025).

Dalam pidatonya, Hasnuryadi juga menekankan, Partai Golkar adalah mitra utama pemerintah, yang senantiasa hadir dalam membangun sinergi baik di tingkat daerah maupun nasional. Ia menyebut, tantangan pembangunan di masa kini dan mendatang menuntut kerjasama yang kuat antara partai politik dan pemerintah.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Partai politik memiliki peran vital dalam menciptakan stabilitas politik dan mendorong lahirnya kebijakan publik yang pro-rakyat. Partai Golkar telah menunjukkan kiprah nyatanya di Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan, forum Musda merupakan momen konsolidasi internal yang sangat penting bagi keberlanjutan partai.
Musda adalah forum tertinggi di tingkat provinsi, yang tidak hanya mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, tetapi juga menyusun program kerja lima tahun ke depan serta memilih Ketua DPD. Ini forum strategis dan bagian dari penguatan partai yang sehat,” ujarnya.
Terkait nama Hasnuryadi yang muncul sebagai kandidat kuat Ketua DPD Golkar Kalsel, Bahlil Lahadalia secara terbuka menyampaikan dukungan moral, namun tetap menekankan pentingnya proses forum sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kalau forum menghendaki Hasnuryadi Sulaiman menjadi Ketua DPD, itu adalah pilihan yang sangat tepat. Tapi ingat, semua harus sesuai mekanisme Musda. Jangan sampai forum hanya formalitas,” tegasnya.
Musda XI Golkar Kalsel ini diharapkan menjadi titik tolak bagi Partai Golkar dalam memperkuat konsolidasi, memperluas dukungan, dan menetapkan arah strategis menuju Pemilu 2029 mendatang, dengan target kemenangan suara terbanyak di Kalimantan Selatan. (HNG/JCI).












