Banjarmasin, Jukung.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalimantan Selatan terus memperluas edukasi pasar modal melalui seminar IDX Product Roadshow 2025 yang digelar di Kota Banjarmasin, jelang kamarian Kamis (12/06/2025). Acara ini secara khusus menyasar puluhan jurnalis dari berbagai media agar lebih memahami produk-produk non-saham di pasar modal Indonesia.
Sebelumnya, BEI juga menggelar sosialisasi serupa untuk para investor, mahasiswa, dan pelajar. Antusiasme peserta terlihat tinggi dalam mengikuti pemaparan seputar instrumen investasi alternatif di luar saham.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Kalsel, Yuniar, mengatakan seminar ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang produk pasar modal non-saham, seperti Waran Terstruktur, Exchange-Traded Fund (ETF), Single Stock Futures, dan Intraday Short Selling.
“Melalui seminar ini, kami ingin menunjukkan bahwa berinvestasi tidak hanya terbatas pada saham. Produk-produk ini bisa dimanfaatkan investor, terutama trader, untuk tetap meraih keuntungan saat pasar saham dalam kondisi menurun,” jelasnya.
Menurutnya, Waran Terstruktur dan Single Stock Futures memungkinkan investor membeli kontrak saham dengan harga lebih terjangkau dan tetap memperoleh keuntungan meskipun pasar sedang bearish.
“Produk-produk ini menjadi peluang baru bagi para investor dan trader, khususnya saat pasar saham mengalami tren penurunan. Mereka tetap bisa memperoleh keuntungan tanpa harus memiliki saham secara langsung,” ujarnya.
Dalam workshop ini, BEI menghadirkan dua narasumber dari BEI Pusat: Vigilius Tridian Caraka, Senior Analyst Structured Product Business Development, dan Ivolda Arsyad, Analyst Derivative Business Development.
Vigilius Tridian Caraka menekankan pentingnya diversifikasi produk di pasar modal. Ia menjelaskan bahwa BEI saat ini aktif memperkenalkan beragam produk alternatif agar investor tidak hanya terpaku pada saham konvensional.
Kebanyak investor hanya mengenal saham. Padahal, ada juga produk seperti Waran Terstruktur, Single Stock Futures, dan ETF yang bisa dimanfaatkan untuk diversifikasi strategi investasi.
“Kami ingin membangun pemahaman bahwa ada strategi investasi yang lebih kompleks, seperti Waran Terstruktur, ETF, dan Single Stock Futures. Investor bisa memanfaatkan ini untuk memaksimalkan portofolio,” ungkapnya.
Ivolda Arsyad menambahkan, kedatangannya ke Banjarmasin merupakan bagian dari upaya mengenalkan produk derivatif dan instrumen alternatif lainnya secara luas ke masyarakat di Kalimantan Selatan.
“Banyak investor belum mengenal produk-produk ini. Padahal, ini bisa menjadi solusi ketika pasar saham sedang stagnan. Harapannya, investor lokal bisa makin cerdas dalam memilih strategi investasi,” tambahnya.
“Kami ingin para investor dan trader di Kalimantan Selatan memiliki pemahaman yang luas dan bisa memilih produk investasi yang sesuai profil risiko mereka. Produk-produk ini memberikan alternatif investasi yang menarik,”pungkasnya.(MRA/JCI).
