Banjarmasin, Jukung.co.id – Dalam rangka Dies Natalis ke-46, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala Justitia) Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menggelar ajang panjat tebing bergengsi bertajuk Justitia Wall Climbing Competition IX Regional Kalimantan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 30 Mei hingga 1 Juni 2025, di venue panjat tebing Mapala Justitia FH ULM, Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara.
Ajang kompetisi ini diikuti 86 peserta dari berbagai provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Para peserta saling beradu ketangkasan dan kekuatan fisik dalam suasana penuh semangat dan sportivitas tinggi.
Kompetisi dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap event ini.
“Melalui kompetisi seperti ini, para atlet panjat tebing bisa mengukur kemampuan mereka secara nyata. Ini juga menjadi ajang pencarian bibit unggul yang kelak bisa berkompetisi di level nasional bahkan internasional,” ujar Adi Santoso, baisukan Senin (30/05/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga panjat tebing sangat potensial untuk dikembangkan di Kalimantan, mengingat besarnya animo pemuda terhadap olahraga ekstrem dan outdoor.
“Saya berharap kegiatan seperti ini rutin digelar. Selain sebagai ajang kompetisi, ini juga menjadi wahana silaturahmi antar komunitas dan pembinaan karakter generasi muda,” tambahnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Lestari, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk semangat perayaan ulang tahun Mapala Justitia dan sebagai kontribusi nyata bagi dunia olahraga.
“Kami menggelar kompetisi ini bukan hanya sebagai selebrasi ulang tahun Mapala Justitia, tapi juga sebagai bentuk kontribusi kami dalam pembinaan atlet panjat tebing, khususnya di wilayah Kalimantan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam ajang tahun ini, panitia mempertandingkan tiga kategori utama, yakni lead umum putra-putri, lead pecinta alam putra-putri, dan youth under 15 tahun.
“Kategori youth under 15 menjadi perhatian khusus karena di sanalah regenerasi dimulai. Kami ingin dari ajang ini lahir atlet muda yang serius menekuni panjat tebing sejak usia dini,” ujarnya.
Lestari juga menyebutkan bahwa kompetisi ini menyediakan total hadiah sebesar Rp 20 juta, yang dibagikan kepada para juara dari tiap kategori.
“Total hadiah dua puluh juta rupiah ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap semangat dan dedikasi para peserta. Kami ingin mereka termotivasi untuk terus berlatih dan berprestasi,” pungkasnya. (HNG/JCI).












