Budaya  

UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Lagu Banjar Anak, Alexandra Rosario Raih Juara I dan Favorit

UPTD Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Lagu Banjar Anak, Alexandra Rosario Raih Juara I dan Favorit

Banjarmasin,Jukung.co.id — Semarak budaya lokal terasa kuat dalam pelaksanaan Lomba Menyanyi Lagu Anak Berbahasa Banjar yang digelar oleh UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, baisukan Rabu (16/07/2025), di Gedung Balairung Sari Taman Budaya, Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara. Sebanyak 30 peserta tampil memukau dan dinilai secara ketat oleh tiga juri profesional.

Setiap peserta menyanyikan dua lagu, yakni lagu wajib berjudul “Anak Pipit” serta satu lagu pilihan dari tiga karya lagu Banjar, yaitu Ulun Babakti ciptaan Suryani, Anak Pa’asian ciptaan Adhisti Eka Handriani, dan Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Naila.

Ketiga juri, yakni Ketua PAPPRI Kalimantan Selatan Dino Sirajudin, Dosen Seni Musik FKIP ULM Maryanto, dan musisi Banjar Ridho Pangestu atau yang dikenal dengan nama Pandaz, menetapkan enam peserta terbaik serta satu juara favorit berdasarkan voting penonton melalui tautan yang dibagikan panitia.

Berikut adalah para pemenang:

  • Juara I: Alexandra Rosario – Rp 5.000.000
  • Juara II: Aisyah Althafunnisa Rahman – Rp 4.500.000
  • Juara III: Mila Aqila Wijaya – Rp 3.500.000
  • Harapan I: Anzilia Fikria Mahda – Rp 2.000.000
  • Harapan II: Fernitta Maharani – Rp 1.000.000
  • Harapan III: Dino Dwi Putra Ramdani – Rp 500.000
  • Juara Favorit (Pilihan Penonton): Alexandra Rosario – Rp 500.000

Dengan demikian, Alexandra Rosario mencetak prestasi ganda sebagai juara pertama sekaligus juara favorit.

Ketua PAPPRI Kalsel Dino Sirajudin menilai lomba ini merupakan langkah awal penting dalam mengukur potensi dan kemampuan anak-anak Banua di bidang tarik suara.

“Lomba ini adalah bukti mereka memiliki potensi. Ini harus disyukuri dan dijadikan pijakan untuk berkembang lebih lanjut, apakah nanti menjadi penyanyi profesional atau tidak. Yang pasti, ini adalah upaya menciptakan regenerasi penyanyi di Kalsel,” ujarnya.

Maryanto, Dosen Seni Musik FKIP ULM, menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan di bidang vokal.

“Kemampuan mereka harus terus diasah, baik melalui latihan rutin maupun partisipasi dalam lomba tingkat nasional atau bahkan internasional. Ini bentuk regenerasi penyanyi lagu Banjar yang bisa mengisi ruang musik di daerah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, S.Sn, mengungkapkan kekagumannya terhadap para peserta yang tampil luar biasa.

“Kami tidak menyangka begitu banyak anak-anak berbakat yang mencintai lagu Banjar. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menggelar ajang-ajang serupa. Para pemenang akan kami tampilkan di acara-acara penting seperti Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan dan Hari Anak Nasional,” jelasnya.

Lomba ini tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Banjar sejak usia dini, membentuk karakter anak, dan menciptakan ruang tumbuh bagi seniman muda Banua di masa depan. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *