Budaya  

Lestarikan Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Lagu Anak Berbahasa Banjar Berhadiah 17 Juta Rupiah

Lestarikan Bahasa Banjar, Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Lagu Anak Berbahasa Banjar Berhadiah 17 Juta Rupiah

Banjarmasin, Jukung.co.id – UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya daerah dengan menggelar Lomba Menyanyi Lagu Anak Berbahasa Banjar, yang dibuka secara gratis.

Lomba yang digelar di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara ini dilaksanakan  baisukan Rabu, 16 Juli 2025, dan memperebutkan total hadiah senilai 17 juta rupiah, termasuk trofi juara, trofi favorit, sertifikat, serta duit pembinaan. Kegiatan dibuka secara resmi Kepala UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Suharyanti, S.Sn.

Sebanyak 30 peserta anak turut ambil bagian dalam lomba ini. Masing-masing menyanyikan dua lagu, yakni satu lagu wajib berjudul “Anak Pipit”, serta satu lagu pilihan dari tiga lagu yang merupakan hasil Lomba Cipta Lagu Anak Berbahasa Banjar yang sebelumnya telah digelar, yaitu: Ulun Babakti ciptaan Suryani, Anak Pa’asian ciptaan Adhisti Eka Handriani dan Kuda Gipang ciptaan Sri Helma Naila.

Penampilan para peserta dinilai oleh tiga juri yang kompeten di bidang musik, yaitu: Dino Sirajudin Ketua PAPPRI Kalimantan Selatan, Maryanto Dosen Seni Musik FKIP ULM, Ridho Pangestu (Pandaz) musisi Banjar.

Suharyanti menyampaikan, lomba ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni Lomba Cipta Lagu Anak Berbahasa Banjar. Tiga lagu hasil lomba tersebut kini menjadi bagian dari materi lomba menyanyi, sehingga proses pelestarian budaya berjalan secara berkelanjutan.

“Lomba ini adalah bentuk keprihatinan kita terhadap semakin minimnya lagu anak-anak yang sesuai usia. Saat ini banyak anak justru menyanyikan lagu-lagu dewasa. Karena itu, lomba ini diharapkan mampu menjadi sarana memperkaya perbendaharaan lagu anak, sekaligus menyalurkan bakat mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba ini juga menjadi ajang mengasah kemampuan anak-anak dalam bernyanyi di atas panggung, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan semangat ekspresi dan seni sejak usia dini.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta dan orang tua mereka, dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin untuk mendorong tumbuhnya karya-karya musik anak berbasis budaya daerah di Kalimantan Selatan.(HNG/JCI).

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *