Pelindo Regional 3 Kalimantan Gelar Program Pelita Warna, Latih 120 Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Pelindo Regional 3 Kalimantan Gelar Program Pelita Warna,  Latih 120 Warga Binaan Lapas Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial wan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelita Warna.

Program tersebut diwujudkan melalui bantuan pelatihan keterampilan serta dukungan sarana wan prasarana gasan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin sebagai upaya meningkatkan kemampuan wan kemandirian warga binaan.

Kegiatan seremonial penyaluran bantuan digelar di Lapas Kelas IIA Banjarmasin dihadiri lWali Kota Banjarmasin,  Muhammad Yamin, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Heriansyah, Kepala BNN Banjarmasin, Wuryantono, unsur Polresta Banjarmasin, hingga jajaran pemerintah daerah, baisukan Selasa (19/05/2026).

Melalui Program Pelita Warna, Pelindo menghadirkan berbagai pelatihan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal gasan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Pelatihan nang diberikan meliputi bordir wan jahit sasirangan, sablon kaos metode sublimasi heat press, pemanfaatan ratik organik, hingga kerajinan tempurung nyiur.

Setiap jenis pelatihan diikuti sekitar 30 peserta sehingga total penerima manfaat dalam program tersebut mencapai 120 warga binaan.

Selain pelatihan, Pelindo juga memberikan dukungan berupa sarana wan prasarana penunjang kegiatan agar proses pembelajaran wan praktik keterampilan dapat berjalan maksimal.

Sabarataan pelaksanaan program turut didampingi Ekosistem Berdaya Lestari Indonesia sebagai mitra pelaksana wan pendamping program.

Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan program sosial yang berdampak nyata wan berkelanjutan gasan warga.

Menurutnya, pemberdayaan warga menjadi bagian penting dalam menciptakan pembangunan yang inklusif sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 “Melalui Program Pelita Warna ini, kami berharap buhan warga binaan kada hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, semangat kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sugiono menambahkan, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan mampu menjadi modal gasan membuka peluang usaha wan mendukung kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengapresiasi sinergi antara Pelindo, pemerintah daerah, serta sabarataan pihak yang terlibat dalam menghadirkan program pemberdayaan gasan warga binaan.

Menurutnya, program nangkaya ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia yang produktif wan berdaya saing.

Ia menilai pembinaan keterampilan sangat penting agar warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki kehidupan wan kembali diterima di lingkungan warga dengan kemampuan baru nang bermanfaat.

Program Pelita Warna juga dinilai kada hanya fokus pada peningkatan keterampilan ekonomi, tetapi turut menanamkan nilai kreativitas, produktivitas, hingga kepedulian terhadap lingkungan melalui pelatihan pemanfaatan limbah organik wan kerajinan daur ulang.

Melalui program tersebut, Pelindo berharap tercipta kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan sosial wan ekonomi warga, khususnya gasan kelompok yang membutuhkan pendampingan wan penguatan kapasitas.

Ke depan, Pelindo menyatakan akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga serta mendukung pembangunan yang inklusif, mandiri, wan berkelanjutan. (PLD/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *