Baru Sepekan Dibuka, Pasar Wadai di Paal Nol Dipenuhi Ratik Bahamburan

Baru Sepekan Dibuka, Pasar Wadai di Paal Nol Dipenuhi Ratik Bahamburan

Banjarmasin, Jukung.co.id – Festival Pasar Wadai Ramadan yang digelar di kawasan Paal Nol, Jalan Jenderal Soedirman, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mulai dipenuhi ratik bahamburan meski baru sepekan resmi dibuka. Kondisi tersebut terlihat terutama setelah aktivitas jual beli berakhir pada malam hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sisa makanan, gelas plastik, bungkus minuman, hingga kantong kemasan tampak tercecer di sekitar lapak pedagang, bahkan sebagian terbawa hingga ke badan jalan. Pemandangan ini menimbulkan kesan kumuh di kawasan yang selawas ini dikenal sebagai pusat keramaian masyarakat selawas Ramadan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin langsung melakukan pemantauan dan menurunkan petugas kebersihan untuk mengangkut serta membersihkan ratik di area pasar.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, mengaku prihatin terhadap minimnya kesadaran sebagian pedagang maupun pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami saat melakukan pemantauan di area pasar wadai, didapati banyak ratik bahamburan. Seharusnya para pedagang maupun pengunjung bisa lebih memperhatikan kebersihan saat atau sesudah meninggalkan area tersebut,” ujarnya, kamarian Selasa (24/02/2026).

Menurutnya, kebersihan kawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan festival. Ia meminta para pedagang menyediakan wadah atau kantong plastik sebagai tempat pembuangan ratik sementara di setiap lapak.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah ratik langsung dibuang sembarangan dan mengotori area sekitar. Selain itu, pengunjung juga diminta untuk lebih disiplin membuang ratik pada tempat yang telah disediakan.

“Kami menghimbau kepada para pedagang agar mentaati SOP dengan menyediakan wadah atau plastik dan membuang ratik pada tempatnya. Pengunjung juga kami minta membuang ratik pada wadah yang telah disediakan,” tegasnya.

DLH Banjarmasin juga telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara Festival Pasar Wadai agar lebih konsisten dalam pengelolaan ratik selawas kegiatan berlangsung. Koordinasi ini mencakup pengaturan jadwal pengangkutan, penambahan wadah ratik, serta pengawasan di titik-titik rawan penumpukan.

Festival Pasar Wadai menjadi salah satu agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat  Banjarmasin setiap Ramadan. Ribuan warga memadati kawasan Paal Nol setiap kamarian hari hingga malam untuk berburu aneka kuliner khas berbuka puasa.

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap seluruh pihak, baik pedagang, pengunjung, maupun panitia penyelenggara, dapat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, kawasan Pasar Wadai tetap nyaman, tertib, dan layak dikunjungi selama Ramadan berlangsung.

Upaya menjaga kebersihan dinilai bukan hanya soal estetika kota, tetapi juga mencerminkan kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat ruang publik bersama. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *