Banjir Pasang Rendam SDN Murung Raya 1 Banjarmasin, Tiga Ruang Kelas Terendam, Sekolah Terapkan PJJ Awal Semester

Banjir Pasang Rendam SDN Murung Raya 1 Banjarmasin, Tiga Ruang Kelas Terendam, Sekolah Terapkan PJJ Awal Semester

Banjarmasin, Jukung.co.id – Aktivitas pendidikan di SD Negeri Murung Raya 1 Banjarmasin, yang berlokasi di Gang Laila, Jalan Kelayan A, Kecamatan Banjarmasin Selatan, terganggu akibat banjir pasang yang telah merendam halaman hingga ruang kelas sekolah selawas sepekan terakhir. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi keselamatan peserta didik.

Tingginya intensitas banyu pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat sekolah dasar yang berada di kawasan padat penduduk ini tidak dapat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, termasuk pada hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.

Kepala SD Negeri Murung Raya 1 Banjarmasin, Novi Ariyanti mengatakan keputusan menerapkan PJJ diambil setelah mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah yang tidak memungkinkan untuk aktivitas belajar.

“Aktivitas belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah terpaksa kami tunda dan dilakukan dengan sistem PJJ, karena kondisi halaman dan ruang kelas terdampak calap hingga akses jalan menuju sekolah lumpuh total,” ujarnya, jelang tengah hari Senin (05/01/2026).

Novi Ariyanti menjelaskan, banjir pasang atau calap tersebut merendam setidaknya tiga ruang kelas dengan ketinggian banyu mencapai sekitar 30 sentimeter. Ruang kelas yang terdampak merupakan bangunan yang selesai direnovasi pada tahun 2018, namun hingga kini masih sering menjadi langganan genangan saat banyu pasang tinggi.

“Tiga ruang kelas yang terdampak ini ditempati peserta didik kelas 1A, kelas 2, dan kelas 3. Saat banyu pasang, ruangan ini paling cepat tergenang karena kondisi bangunannya lebih rendah dibanding bangunan lain,” jelasnya.

Menurut Novi Ariyanti, letak sekolah yang berdekatan dengan sungai kecil menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir pasang. Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase di sekitar sekolah yang dinilai kurang optimal dan sering tersumbat.

“Sekolah ini berada dekat sungai kecil. Ketika banyu pasang, ditambah drainase yang tidak lancar serta kondisi bangunan yang relatif rendah, maka halaman dan ruang kelas pasti terdampak,” tuturnya.

Pihak sekolah pun mengambil langkah antisipatif dengan mengamankan sarana dan prasarana pendidikan untuk mencegah kerusakan apabila terjadi banjir susulan dengan ketinggian banyu yang lebih tinggi. Pelaksanaan PJJ akan terus dilakukan hingga kondisi lingkungan sekolah benar-benar aman dan layak untuk kegiatan belajar tatap muka.

“Kami memastikan keamanan dan kenyamanan peserta didik. PJJ akan tetap dilaksanakan sambil menunggu kondisi banyu surut dan lingkungan sekolah aman dari calap,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, dampak banjir pasang tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga oleh sebagian peserta didik. Bahkan, terdapat siswa yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka turut terendam banjir.

“Sebagian peserta didik bahkan sudah ada yang mengungsi ke tempat lain karena kondisi rumahnya calap,” tambahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listriani menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pelaksanaan PJJ bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir pasang. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan anak didik harus menjadi prioritas utama.

 “PJJ harus tetap dilaksanakan sampai kondisi sekolah benar-benar bersih dan aman pascabanjir, sehingga anak-anak bisa kembali bersekolah dengan nyaman,” tegasnya.

Ia berharap, ke depan pemerintah daerah dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir pasang di kawasan-kawasan rawan, khususnya yang berdampak langsung terhadap fasilitas pendidikan. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *