Gubernur H. Muhidin Instruksikan Pelestarian Tarian Khas Daerah pada Setiap Agenda Resmi Kalsel

Gubernur H. Muhidin Instruksikan Pelestarian Tarian Khas Daerah pada Setiap Agenda Resmi Kalsel

Jakarta, Jukung.co.id – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan pentingnya pelestarian budaya Banua di tengah derasnya arus modernisasi. Pesan tersebut ia sampaikan di sela pembukaan Festival Gerbang Nusantara 2025 yang berlangsung di Plataran Sarinah, Jakarta, jelang kamarian Jumat (28/11/2025).

Dalam arahannya, H.Muhidin meminta seluruh kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk lebih serius menyiapkan dan menjaga keberlangsungan budaya daerah, terutama saat menggelar kegiatan di luar Kalsel. Menurutnya, setiap agenda di daerah lain harus meninggalkan “jejak” budaya Banua melalui penampilan khas yang mewakili identitas Kalsel.

“Jangan sampai budaya kita termakan oleh kemajuan zaman. Jika ada kegiatan di luar, tampilkanlah seni dan budaya Kalimantan Selatan. Itu cara kita menghidupkan kembali budaya Banua,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti pentingnya menampilkan tarian khas secara utuh. Ia meminta para pelaku seni untuk menyajikan tarian tradisional seperti Baksa Kembang dan Radap Rahayu dengan iringan musik aslinya sebagai satu kesatuan. “Tarian Banjar memiliki keunikan dan pakem. Musiknya tidak boleh dipisahkan. Ini yang harus dijaga,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, setiap kabupaten/kota memiliki ciri khas tariannya sendiri. Karena itu, ia menginstruksikan agar perayaan hari jadi di seluruh kabupaten/kota Kalsel wajib menampilkan tarian khas daerah masing-masing sebagai bentuk penguatan identitas lokal.Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, memastikan pihaknya akan segera menyusun dan menerbitkan surat edaran resmi untuk seluruh pemerintah kabupaten/kota.

“Kami tidak ingin tarian khas daerah hilang atau tergerus oleh tarian kontemporer. Generasi muda harus mengetahui identitas budaya mereka,” ujarnya.

Menurutnya, edaran itu akan menjadi pedoman agar setiap agenda daerah khususnya peringatan hari jadi, benar-benar menampilkan seni khas yang mewakili karakter masing-masing daerah di Kalimantan Selatan.Sementara itu, Festival Gerbang Nusantara 2025 yang mengangkat tema “Berkolaborasi dan Bertransformasi dalam Harmoni Budaya” menghadirkan penampilan seni dan kuliner khas Kalimantan Selatan. Agenda yang berlangsung pada 28–29 November 2025 ini turut menyuguhkan: Tari Kuda Gipang dari Hulu Sungai Selatan, Madihin Milenial, Musik tradisional Banjar, Fashion Show Sasirangan oleh tokoh dan pejabat asal Kalsel, Suguhan kuliner khas Banjar, seperti Pala Soto Banjar, Salad Banjar, Bubur Hintalu Karuang, serta aneka wadai Banjar

Festival ini menjadi etalase budaya Banua, sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan seni Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *