Balangan, Jukung.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Suara Emas IX Ikatan Persaudaraan Qari dan Hafiz (IPQAH) Tingkat Provinsi, yang digelar di Kabupaten Balangan. Kegiatan ini dihadiri qari, qariah, hafizh, dan hafizhah dari seluruh kabupaten/kota se-Kalsel, sebagai ajang pembinaan dan pengembangan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada IPQAH Kalsel dan Pemerintah Kabupaten Balangan yang telah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual ini.
“Ajang MTQ Suara Emas ini bukan hanya sekadar lomba melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan indah, tetapi juga menjadi media dakwah, syiar Islam, serta pembinaan akhlak dan spiritual umat,” ujarnya, Jumat (07/11/2025).
Miftahul Chair menekankan, melalui kegiatan MTQ, masyarakat tidak hanya dapat menikmati keindahan suara para qari dan qariah, tetapi juga diajak untuk merenungi pesan-pesan Al-Qur’an yang menjadi pedoman hidup, yang diharapkan membawa keberkahan dalam pembangunan daerah.
“Al-Qur’an mengajarkan kita tentang kasih sayang, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini harus tertanam dalam pembangunan daerah, agar kemajuan yang kita capai tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga membawa keberkahan,” tambahnya.
Lebih jauh, Gubernur berharap MTQ Suara Emas IX dapat melahirkan lebih banyak qari-qariah serta hafizh-hafizhah terbaik dari Kalimantan Selatan yang mampu berprestasi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.
Miftahul Chair juga menekankan pentingnya sportivitas selama kompetisi berlangsung. “Jangan nodai kesucian ayat suci Al-Qur’an dengan kecurangan. Mari jadikan MTQ sebagai ajang mempererat silaturahmi dan meningkatkan kecintaan kepada Al-Qur’an,” tegasnya.
MTQ Suara Emas IX di Balangan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan kualitas SDM keagamaan di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembinaan spiritual, akhlak, serta wadah penguatan syiar Islam melalui Al-Qur’an. (MC Kalsel/JCI).













