Sambo Kalsel Bidik Panggung PON 2028, Emas Jadi Target Banua

Sambo Kalsel Bidik Panggung PON 2028, Emas Jadi Target Banua

Banjarmasin, Jukung.co.id — Olahraga sambo di Kalimantan Selatan memasang target besar gasan menembus panggung Pekan Olahraga Nasional atau PON 2028. Peluang meraih medali emas pun terbuka jika cabang olahraga bela diri tersebut resmi dipertandingkan dalam ajang olahraga nasional empat tahunan itu.

Optimisme ini mengemuka dalam pelantikan Pengurus Provinsi Perkumpulan Sambo Indonesia atau Persambi Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2030, yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Jalan R.Suprapto, Banjarmasin Tengah, malam Sabtu (24/07/2026).

Kepengurusan baru Persambi Kalsel dipimpin Afrizaldi. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum Pengurus Pusat Persambi, Krisna Bayu Oly, ditandai dengan penyerahan bendera organisasi, pembacaan surat keputusan kepengurusan, hingga penandatanganan dokumen pelantikan.

Ketua Umum Pengurus Pusat Persambi, Krisna Bayu Oly, optimistis olahraga sambo dapat masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada PON 2028 di Nusa Tenggara Timur wan Nusa Tenggara Barat.

Menurut Krisna Bayu Oly, Kalimantan Selatan memiliki peluang besar bersaing wan meraih medali apabila sambo resmi dipertandingkan di ajang tersebut.

Optimisme itu didukung dengan pembinaan atlet yang terus dilakukan di daerah. Ia meyakini, pembinaan yang semakin matang akan melahirkan atlet berkualitas yang kada hanya mampu mengharumkan ngaran Banua, tetapi juga berprestasi di tingkat internasional.

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Ketua KONI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan ucapan selamat kepada Afrizaldi yang dipercaya memimpin Persambi Kalsel hingga 2030.

Hasnuryadi Sulaiman menilai kepengurusan baru memiliki peluang besar membawa olahraga sambo semakin berkembang wan berprestasi.

Ia berharap Persambi Kalsel mampu memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan sehingga dapat melahirkan atlet-atlet sambo yang mampu bersaing mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ujar Hasnuryadi Sulaiman, juga berkomitmen untuk terus mendukung wan membangun sinergi bersama Persambi Kalsel dalam mengembangkan olahraga sambo di Banua.

Selain mengejar prestasi, Hasnuryadi menilai kegiatan olahraga juga memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan Festival Tiga Cabang Olahraga atau 3 Cabor dalam rangka Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-76. Menurutnya, kegiatan olahraga kada hanya menjadi wadah gasan mengejar prestasi, tetapi juga dapat menjadi sarana hiburan sekaligus mempererat hubungan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Afrizaldi, Persambi Kalsel wayah ini menyiapkan sejumlah agenda prioritas. Fokus utama diarahkan pada pembangunan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan, mulai dari kelompok usia dini hingga atlet senior.

Selain itu, peningkatan kualitas pelatih wan wasit, penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan, serta perluasan sosialisasi olahraga sambo kepada masyarakat juga menjadi bagian dari program kerja kepengurusan periode 2026–2030.

Afrizaldi mengatakan, perkembangan olahraga sambo di Kalimantan Selatan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Kondisi tersebut menjadi modal sekaligus motivasi gasan kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi dengan program yang terukur wan berkesinambungan.

“Amanah ini menjadi tanggung jawab besar. Kami ingin membangun Persambi Kalimantan Selatan dengan semangat kebersamaan sehingga mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ucapnya.

Menurut Afrizaldi, kemajuan sambo kada bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, atlet, hingga masyarakat supaya pembinaan dapat berjalan secara konsisten.

Persambi Kalsel juga memastikan dukungan penuh terhadap perjuangan Pengurus Pusat Persambi agar sambo dapat resmi dipertandingkan pada PON 2028.

Jika terealisasi, keikutsertaan tersebut dinilai menjadi momentum penting gasan atlet Banua untuk membuktikan kemampuan di tingkat nasional sekaligus membuka peluang gasan Kalimantan Selatan meraih prestasi terbaik di cabang olahraga sambo. (HNG/JCI).

Jangan Kada Ingat Picik Link Video Ini
Exit mobile version