Perubahan APBD Kalsel 2026 Tembus Rp10,5 Triliun, Ini Prioritas Belanjanya

Perubahan APBD Kalsel 2026 Tembus Rp10,5 Triliun, Ini Prioritas Belanjanya

Banjarmasin, Jukung.co.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengusulkan perubahan struktur Anggaran Pendapatan wan Belanja Daerah atau APBD Tahun Anggaran 2026. Dalam rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran atau KUPA wan Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau PPAS Perubahan yang disampaikan ke DPRD Kalsel, belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp10,504 triliun.

Rancangan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian, Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin Tengah, baisukan Selasa (28/07/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, dihadiri jajaran anggota DPRD, Tenaga Ahli Gubernur, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan penyusunan rancangan KUPA wan PPAS Perubahan APBD 2026 berpedoman pada dokumen perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD Tahun 2026.

Penyesuaian anggaran dilakukan gasan memastikan arah pembangunan daerah tetap selaras lawan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD Provinsi Kalsel 2025–2029, dengan visi “Kalsel Bekerja” atau berkelanjutan, berbudaya, religi, wan sejahtera menuju Gerbang Logistik Kalimantan.

Selain itu, penyusunan perubahan APBD juga mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan APBD hingga Triwulan II Tahun 2026.

“Penyesuaian ini ditempuh gasan memastikan keselarasan penyelenggaraan pembangunan daerah lawan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Kalsel Tahun 2025 hingga 2029, yaitu Kalsel Bekerja, berkelanjutan, berbudaya, religi, wan sejahtera menuju Gerbang Logistik Kalimantan. Selain itu, penyesuaian juga berpijak pada hasil evaluasi pelaksanaan APBD sampai Triwulan II Tahun 2026,”ucapnya.

Berdasarkan evaluasi hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp3,975 triliun atau 54,05 persen matan target. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp4,629 triliun atau 46,57 persen matan total pagu.

Perubahan APBD juga diarahkan gasan mengakomodasi sejumlah kebijakan nasional yang perlu mendapat dukungan melalui anggaran daerah.

Di antaranya program Makan Bergizi Gratis atau MBG, percepatan pembentukan wan pengembangan Koperasi Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, serta program Sekolah Rakyat sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Dalam rancangan KUPA wan PPAS Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp7,733 triliun. Angka tersebut meningkat 5,16 persen dibandingkan APBD penetapan Tahun Anggaran 2026.

Matan total pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah atau PAD diproyeksikan mencapai Rp4,989 triliun.

Sementara itu, belanja daerah dianggarkan sebesar Rp10,504 triliun atau meningkat 5,69 persen dibandingkan APBD penetapan 2026.

Dengan struktur tersebut, pemerintah daerah memproyeksikan defisit anggaran sebesar Rp2,771 triliun.

Gasan menutup defisit, penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp2,971 triliun yang bersumber matan penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SiLPA tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp200 miliar. Sabarataannya dialokasikan gasan penyertaan modal pemerintah daerah dalam rangka memperkuat permodalan badan usaha milik daerah.

Dengan demikian, pembiayaan netto diproyeksikan mencapai Rp2,771 triliun sehingga defisit anggaran dapat ditutup secara penuh.

Matan sisi belanja, Pemprov Kalsel menerapkan prinsip penganggaran berbasis kinerja. Belanja operasi diproyeksikan sebesar Rp5,949 triliun, sedangkan belanja modal mencapai Rp2,823 triliun.

Alokasi tersebut diarahkan gasan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong pembangunan infrastruktur yang merata di sabarataan wilayah Kalimantan Selatan.

Pemerintah Provinsi Kalsel juga memastikan tetap memenuhi kewajiban alokasi anggaran yang bersifat wajib sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat wan Pemerintahan Daerah, termasuk pada sektor pendidikan wan kesehatan.

Sementara itu, porsi belanja pegawai di luar tunjangan guru tercatat sebesar 24,21 persen matan total belanja daerah. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas yang ditentukan.

H.Muhidin berharap pembahasan rancangan KUPA wan PPAS Perubahan APBD 2026 dapat menghasilkan kesepakatan antara pemerintah provinsi wan DPRD Kalsel terkait kebijakan pendapatan, belanja, pembiayaan, serta asumsi yang menjadi dasar pencapaian target pembangunan.

“Mudah-mudahan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat mencapai target-target pembangunan, demi mewujudkan kemakmuran wan kesejahteraan sabarataan masyarakat Kalsel,” harapnya.

Setelah rancangan KUPA wan PPAS Perubahan APBD 2026 disampaikan dalam rapat paripurna, DPRD Kalsel akan menindaklanjutinya melalui pembahasan di Badan Anggaran.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, memastikan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD Provinsi Kalsel akan segera membahas rancangan tersebut.

“Badan Anggaran DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah Provinsi Kalsel akan langsung membahas Rancangan KUPA wan PPAS Perubahan yang disampaikan Gubernur ini, sesuai substansi yang dibutuhkan oleh masyarakat,” tegasnya.

Pembahasan selanjutnya akan menjadi bagian proses menuju penetapan Perubahan APBD Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2026, dengan harapan seluruh kebijakan anggaran yang disepakati mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan daerah. (Adpim/JCI).

Exit mobile version