Banjarmasin, Jukung.co.id – Pengelolaan ratik matan lingkungan permukiman menjadi salah satu persoalan yang disuarakan warga dalam kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun 2026 Anggota DPRD Banjarmasin matan Fraksi Gerindra, Gusti Yasni Iqbal, di Jalan Rawasari 14 RT 57 RW 25 Jalur 1, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah, baisukan Ahad (12/07/2026).
Dalam forum dialog bersama warga wan perwakilan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat mengusulkan agar pemerintah menyediakan bak penampungan ratik sementara di setiap rumah atau titik lingkungan permukiman. Fasilitas tersebut dinilai penting gasan menciptakan lingkungan yang lebih barasih sekaligus mempermudah proses pengangkutan ratik oleh petugas.
Menurutnya, ratik yang kada memiliki wadah penampungan sering hanyut terbawa arus banyu, kemudian kembali menumpuk di halaman rumah warga. Akibatnya, masyarakat harus membarasihi ratik kiriman tersebut agar lingkungan tetap barasih.
Ia berharap pemerintah dapat membantu menyediakan bak penampungan ratik yang layak sehingga ratik kada lagi tercecer wan proses pengangkutannya oleh petugas gerobak menjadi lebih mudah serta lebih tertata.
Selain meningkatkan kebersihan lingkungan, keberadaan bak ratik juga dinilai dapat mengurangi risiko saluran drainase tersumbat akibat ratik yang terbawa banyu wayah hujan maupun wayah banjir rob melanda kawasan permukiman.
Menurutnya, permintaan tersebut merupakan aspirasi yang positif lantaran menunjukkan keinginan warga untuk membangun budaya pengelolaan ratik yang lebih baik.
Ia menjelaskan, usulan tersebut telah didengar langsung oleh perwakilan SKPD yang hadir dalam kegiatan reses sehingga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pemerintah.
Meski demikian, Gusti Yasni Iqbal juga mengingatkan penyelesaian persoalan ratik kada hanya bergantung pada penyediaan sarana, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Ia mengajak warga mulai membiasakan memilah ratik matan rumah tangga supaya volume ratik yang dibuang dapat berkurang, sementara ratik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.
Menurutnya, pengelolaan ratik matan sumbernya merupakan langkah penting dalam mendukung program Pemerintah Kota Banjarmasin menuju kota yang barasih, sehat, wan ramah lingkungan. (HNG/JCI).
