Lisan Bisa Hapus Amal Baik! Ustadz Muhammad Rijal Fathoni Ingatkan Bahaya Fitnah, Ghibah, wan Dusta

Lisan Bisa Hapus Amal Baik! Ustadz Muhammad Rijal Fathoni Ingatkan Bahaya Fitnah, Ghibah, wan Dusta

Kabupaten Banjar, Jukung.co.id – Menjaga lisan menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Ustadz Muhammad Rijal Fathoni, S.Pd.I dalam Pengajian Rutin Majelis Ta’lim Raudhatul Muhibbin yang digelar di kediaman H. Junaidi, Jalan Martapura Lama Paal 7,8 Komplek Persada Raya 2 Jalur 4 Nomor 9 RT 11 B, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, malam Jumat (09/07/2026).

Dalam tausiahnya, Ustadz Muhammad Rijal Fathoni mengingatkan lisan merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT, namun juga dapat menjadi penyebab sasaurang terjerumus ke dalam dosa besar apabila kada dijaga dengan baik.

Menurutnya, banyak manusia yang meremehkan ucapan, padahal satu kalimat yang diucapkan tanpa dipikirkan dapat melukai urang lain, merusak persaudaraan, bahkan menghapus pahala amal kebaikan yang telah dilakukan.

“Lisan bisa menjadi jalan menuju kebaikan, tetapi juga dapat menjadi penyebab sasaurang memperoleh murka Allah apabila digunakan gasan menyebarkan kebohongan, fitnah, ghibah, maupun adu domba,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan Islam memberikan perhatian besar terhadap adab berbicara. Saurang muslim diperintahkan untuk berkata baik atau memilih diam apabila kada memiliki sesuatu yang bermanfaat gasan disampaikan.

Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan dalam Surah Qaf ayat 18:

“Mā yalfiẓu min qaulin illā ladaihi raqībun ‘atīd.”
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18).

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Muhammad Rijal Fathoni memaparkan sejumlah bentuk dosa yang bersumber dari lisan, di antaranya menyebarkan fitnah, berdusta atas nama Allah wan Rasul-Nya, melakukan ghibah (menggunjing), mengadu domba (namimah), mengucapkan sumpah palsu, menuduh sasaurang tanpa bukti, hingga menggunakan perkataan kasar yang menyakiti sesama.

Ia mengingatkan perbuatan tersebut bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi sebab datangnya azab Allah apabila kada segera disertai dengan taubat.

Menurutnya, menjaga lisan merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di media sosial yang wayahini menjadi ruang komunikasi terbuka.

Pengajian rutin bulanan tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Habib Husein bin Ali Assegaf, memohon agar sabarataan jamaah diberikan kekuatan untuk menjaga iman, akhlak, serta istiqamah dalam menjalankan syariat Islam.

Usai kegiatan, H. Junaidi selaku Ahlul Bait sekaligus Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan wan Pemerhati Warga Kalimantan (FKPWK) menyampaikan apresiasi lawan sabarataan jamaah yang telah hadir mengikuti pengajian.

Ia berharap kegiatan pengajian bulanan ini terus menjadi sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membangun semangat beribadah di tengah masyarakat.

“Semoga pengajian ini terus menjadi wadah gasan menambah ilmu agama, memperkuat akidah, memperbaiki akhlak, serta mempererat tali silaturahmi antarjamaah maupun keluarga,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Noorlaila, salah seorang anggota keluarga, yang menilai pengajian rutin tersebut memiliki manfaat besar dalam mempererat hubungan kekeluargaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan gasan anggota keluarga yang tinggal di berbagai daerah untuk berkumpul, saling bersilaturahmi, sekaligus menimba ilmu agama dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Melalui pengajian rutin tersebut, jamaah diingatkan menjaga lisan bukan sekadar etika dalam bermasyarakat, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang akan menentukan keselamatan saurang muslim di dunia maupun di akhirat. (HNG/JCI).

Link video
Exit mobile version