Peringati 10 Muharram, Majelis Taklim Nur Arina Bagikan 2.000 Porsi Bubur Asyura wan Santuni Anak Yatim

Peringati 10 Muharram, Majelis Taklim Nur Arina Bagikan 2.000 Porsi Bubur Asyura wan Santuni Anak Yatim

Banjarmasin, Jukung.co.id – Suasana kebersamaan mewarnai peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah atau Hari Asyura di Gang Cendrawasih, Jalan Kelayan A, Banjarmasin, jelang kamarian Kamis (25/06/2026). Majelis Taklim Nur Arina Banjarmasin bersama Forum Rakyat Peduli Bangsa wan Negara (Forpeban) serta Pemuda Islam Kalimantan Selatan menggelar kegiatan sosial dengan membagikan sekitar 2.000 porsi bubur Asyura sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak yatim.

Sejak baisukan, puluhan ibu-ibu majelis taklim bergotong royong menyiapkan bubur Asyura yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang datang untuk menerima hidangan sekaligus bersilaturahmi dalam momentum 10 Muharram.

Ketua Majelis Taklim Nur Arina Banjarmasin, Din Jaya, mengatakan peringatan Hari Asyura menjadi kesempatan gasan berbagi kebahagiaan dengan warga, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian.

“Pada peringatan Hari Raya Anak Yatim ini, kami berbagi kebahagiaan lawan warga wan memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban mereka. Kami juga mengucapkan terima kasih lawan sabarataan pihak yang telah berpartisipasi. Semoga Allah SWT membalas segala amal kebaikan dengan rezeki yang berlimpah,” ujarnya.

Menurut Din Jaya, kegiatan tersebut bukanlah agenda baru. Tradisi berbagi bubur Asyura wan santunan lawan anak yatim telah rutin dilaksanakan selawas kurang lebih 16 tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menjaga tradisi kebersamaan di tengah warga.

“Kegiatan ini terus kami laksanakan saban tahun. Walaupun nilai santunan yang diberikan kada banyak, namun yang terpenting adalah terjalinnya rasa kebersamaan wan kepedulian terhadap sesama,” ucapnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memasak sekitar 60 liter bubur Asyura atau setara tiga blek ganal yang menghasilkan kurang lebih 2.000 porsi. Sabarataan bubur dibagikan lawan warga sekitar tanpa dipungut biaya.

Din Jaya menambahkan, peringatan 10 Muharram bukan hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah wan menumbuhkan semangat gotong royong.

“Hikmah dari peringatan Hari Asyura ini adalah mempererat silaturahmi, meningkatkan semangat gotong royong, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah warga. Melalui kegiatan sederhana nangkaya berbagi bubur Asyura wan santunan anak yatim, rasa kebersamaan diharapkan terus terjaga wan semakin kuat,” pungkasnya. (EPW/JCI).

Exit mobile version