Ribuan Pelayat Padati Masjid Jami, KH Husin Naparin Tutup Usia

Ribuan Pelayat Padati Masjid Jami, KH Husin Naparin Tutup Usia

Banjarmasin, Jukung.co.id – Suasana duka menyelimuti kawasan Jalan Masjid Jami, Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, setelah kabar wafatnya ulama kharismatik Kalimantan Selatan, KH Husin Naparin, menyebar luas di tengah warga, baisukan Rabu (06/05/2026).

Tokoh agama yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan periode 2021–2026 itu dikabarkan meninggal dunia pada pukul 08.10 WITA setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung.

Kabar duka tersebut langsung mengundang ribuan pelayat berdatangan ke rumah duka hingga kawasan Masjid Jami Banjarmasin. Kada hanya masyarakat umum, sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, hingga kalangan santri turut hadir memberikan penghormatan terakhir sekaligus melaksanakan sholat jenazah.

Jenazah almarhum terlebih dahulu dibawa matan rumah sakit menuju rumah duka untuk dimandikan sebelum kemudian disholatkan di Masjid Jami Banjarmasin.

Tangis haru wan doa terus mengiringi prosesi pelepasan salah satu ulama besar Banua yang dikenal dekat dengan masyarakat serta aktif dalam dakwah wan pembinaan umat.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, Arifin Noor, yang turut hadir melayat tampak menahan haru wayah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya KH Husin Naparin.

Menurutnya, almarhum merupakan sosok ulama yang penuh perhatian, bijaksana, wan selalu memberikan nasihat kehidupan kepada siapa saja, terutama mengenai pengendalian emosi serta pembentukan akhlak.

“Beliau adalah guru wan panutan gasan warga Banua. Kehilangan beliau tentu menjadi duka mendalam bagi kita semua,” ujarnya.

Ucapan belasungkawa juga disampaikan Ketua TP PKK Banjarmasin, Neli Listriani.

Ia menyebut KH Husin Naparin sebagai sosok ulama besar yang sangat dicintai masyarakat Kalimantan Selatan karena kelembutan sikap serta dakwahnya yang menyejukkan.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT wan segala amal ibadah beliau diterima,” ucapnya.

Duka mendalam juga dirasakan masyarakat yang datang melayat sejak baisukan hari.

Salah saurang warga, Dina Hartati, mengaku sengaja datang bersama rekan-rekannya gasan memberikan penghormatan terakhir sekaligus mendoakan almarhum.

Ia mengenang KH Husin Naparin sebagai pribadi yang ramah wan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, almarhum sering hadir dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, maupun keagamaan di sekolah wan yayasan.

“Beliau sangat baik wan sederhana. Kehadiran beliau selalu membawa ketenangan,” ungkapnya.

Sementara itu, anak angkat almarhum, Gusti Taufiqurrahman, menjelaskan setelah prosesi pemandian wan sholat jenazah di Masjid Jami Banjarmasin selesai dilaksanakan, jenazah akan dibawa menuju Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiyah Amuntai.

Di lokasi tersebut, kembali akan dilaksanakan sholat jenazah berjamaah bersama buhan santri wan masyarakat.

Selanjutnya, KH Husin Naparin akan dimakamkan di Desa Kalahiang, Paringin, Kabupaten Balangan, yang merupakan kampung halaman sekaligus tempat kelahiran almarhum.

Wafatnya KH Husin Naparin menjadi kehilangan gasan masyarakat Kalimantan Selatan. Sosoknya dikenal kada hanya sebagai ulama, tetapi juga tokoh pemersatu umat yang aktif memberikan pendidikan keagamaan wan dakwah di berbagai daerah di Banua.

Kepergian beliau meninggalkan jejak keteladanan, kesederhanaan, serta warisan nilai-nilai keislaman yang akan terus dikenang masyarakat Kalimantan Selatan. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *