Banjarmasin, Jukung.co.id – Fenomena gangster remaja yang kian marak di Banjarmasin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Aksi tawuran hingga kekerasan yang melibatkan pelajar dinilai kada lagi sekedar kenakalan biasa, tetapi telah mengarah pada gangguan keamanan yang berpotensi membahayakan warga.
Kondisi ini memunculkan dorongan agar penanganan dilakukan secara lebih tegas wan terintegrasi, mengingat hingga wayah ini persoalan tersebut belum menemukan solusi yang efektif.
Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pun dimanfaatkan sebagai refleksi bila dunia pendidikan kada hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menegaskan pemerintah kota akan segera mengambil langkah konkret dengan menggelar rapat bersama instansi terkait untuk membahas penanganan fenomena tersebut.
Menurutnya, keberadaan kelompok remaja yang terlibat dalam aksi kekerasan kada bisa dibiarkan berlarut-larut.
“Saya akan segera melakukan rapat untuk membahas fenomena gangster ini. Dampaknya kada hanya membahayakan diri mereka sendiri, tetapi juga warga. Sanksi tegas harus diberlakukan agar ada efek jera,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Hardiknas, baisukan Senin (04/05/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, menilai fenomena tersebut merupakan persoalan kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor.
Ia menyebut, lemahnya pengawasan lingkungan, kurangnya pendidikan karakter, serta pengaruh media sosial menjadi pemicu utama keterlibatan pelajar dalam kelompok negatif.
“Fenomena ini kada bisa lagi dianggap kenakalan biasa. Sekolah harus menjadi tempat yang aman wan mampu membentuk karakter anak agar kada mudah terpengaruh budaya kekerasan,” tegasnya.
Ryan Utama juga menekankan tanggung jawab pembinaan karakter kada hanya berada pada sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga wan lingkungan sekitar.
“Jika anak kehilangan perhatian wan arah, mereka akan mencari identitas di tempat yang salah,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan terus mendorong penguatan program pembinaan karakter di sekolah.
Beberapa program yang dijalankan antara lain penguatan budaya sekolah aman, literasi digital, kegiatan kepramukaan, serta implementasi Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).
Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan generasi muda di Banjarmasin dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial, sehingga terhindar dari pengaruh negatif yang berpotensi merusak masa depan mereka. (EPW/JCI).












