Banjarmasin Raih Insentif Rp2 Miliar atas Kinerja Pengendalian Inflasi

Banjarmasin Raih Insentif Rp2 Miliar atas Kinerja Pengendalian Inflasi

Balikpapan, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali menorehkan capaian positif di tingkat regional Kalimantan dengan meraih penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Platinum Hotel & Convention Hall, Balikpapan, Kalimantan Timur, tengah hari Selasa (05/05/2026), Banjarmasin menerima insentif sebesar Rp2 miliar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dalam pengendalian inflasi daerah.

Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, kepada Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Capaian ini menempatkan Banjarmasin sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengendalian inflasi yang dinilai efektif, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok wan daya beli warga.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah daerah wan seluruh elemen warga.

“Alhamdulillah, ini menjadi penyemangat gasan kami untuk terus bekerja lebih baik. Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kolaborasi sabarataan pihak, termasuk warga,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan tersebut kada terlepas dari sinergi lintas sektor yang selawas ini dibangun secara konsisten, mulai dari perangkat daerah hingga Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang aktif memantau kondisi pasar.

Langkah-langkah konkret nangkaya pengawasan distribusi bahan pokok, operasi pasar, serta pengendalian harga di tingkat lapangan dinilai berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Sinergi antara pemerintah, TPID, wan aparat di lapangan menjadi kunci. Kita memastikan pasokan aman wan harga tetap terkendali,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muhammad Yamin menegaskan penghargaan matan pemerintah pusat tersebut menjadi bukti komitmen Banjarmasin dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan yang adaptif wan kolaboratif.

Ia juga memastikan insentif anggaran yang diterima akan dimanfaatkan gasan memperkuat program pengendalian inflasi ke depan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *