Kotabaru, Jukung.co.id – Atmosfer Gedung Mahligai berubah menjadi arena penuh adrenalin saat Baku Sikat Fight Volume II Tahun 2026 resmi dibuka, malam Sabtu (27/02/2026). Event yang diinisiasi Saibitar Camp tersebut mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotabaru sebagai bagian dari pembinaan atlet bela diri daerah.
Sebanyak 25 laga digelar selawas dua malam pertandingan dengan total sekitar 50 petarung yang berasal dari Kotabaru dan Tanah Bumbu. Pertandingan berlangsung dengan sistem head to head yang mempertemukan atlet dalam duel kompetitif di atas arena.
Wakil Ketua KONI Kotabaru, Usman Pahero, M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap kerja keras panitia yang tetap mampu menghadirkan event olahraga berkualitas meski berlangsung di bulan suci Ramadan.
“Ini bukti bahwa semangat olahraga tidak surut. Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi hingga tingkat regional dan nasional,” ujarnya.
Menurutnya, KONI akan terus melakukan pembinaan berkelanjutan, evaluasi, serta monitoring terhadap cabang olahraga bela diri agar mampu berkembang lebih profesional dan terarah.
Ketua Pelaksana kegiatan, Yordan Ramon, S.Sos menjelaskan Baku Sikat Fight menjadi wadah penting bagi para atlet untuk menguji kemampuan teknik, taktik, serta mental bertanding.
“Di malam pembukaan ada 12 fight, kemudian malam kedua 13 fight. Total ada 25 laga dengan kurang lebih 50 petarung. Ini menjadi ajang untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka peluang promotor melihat potensi atlet kita,” jelasnya.
Saibitar Camp sebagai inisiator membawahi empat cabang olahraga bela diri, yakni Kickboxing, MMA, Hapkido, dan Sambo. Melalui ajang ini, atlet tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga didorong membangun karakter dan menjunjung tinggi sportivitas.
Sorak sorai penonton yang memadati Gedung Mahligai menambah semarak jalannya pertandingan. Setiap duel berlangsung ketat namun tetap dalam koridor aturan pertandingan yang berlaku.
Baku Sikat Fight Volume II diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga bela diri di Kotabaru, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi atlet daerah untuk tampil di panggung yang lebih tinggi. (Rilis/JCI).













