Ratik 491 Ton per Hari! Investor Tawarkan Pabrik Zero Waste & Teknologi Pirolisis untuk Banjarmasin

Ratik 491 Ton per Hari! Investor Tawarkan Pabrik Zero Waste & Teknologi Pirolisis untuk Banjarmasin

Banjarmasin, Jukung.co.id – Upaya penanganan persoalan ratik di Banjarmasin memasuki babak baru. Keith Bambang Indrawan, CEO Mars Plastic Solution PTE Limited, melakukan kunjungan sekaligus penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan ratik modern.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Banjarmasin, turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, beserta jajaran teknis, kamarian Selasa (24/02/2026).

Dalam pemaparannya, Keith Bambang Indrawan menyampaikan rencana pembangunan Zero Waste Material Recovery Plant di Banjarmasin sebagai solusi komprehensif terhadap persoalan ratik yang saat ini mencapai sekitar 491,6 ton per hari. Angka tersebut menjadi tantangan serius bagi kota berjuluk Seribu Sungai dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Menurut Keith Bambang Indrawan, konsep yang ditawarkan tidak hanya berfokus pada pengolahan akhir, melainkan dimulai dari pengurangan ratik sejak dari sumbernya. Sistem tersebut mencakup optimalisasi pemilahan, pengolahan organik, hingga pemanfaatan residu melalui teknologi modern.

“Ratik organik akan diolah menjadi kompos, sementara residu tertentu akan diproses menggunakan teknologi pirolisis untuk menghasilkan produk bernilai guna,” jelasnya dalam presentasi.

Teknologi pirolisis  merupakan metode pengolahan limbah berbasis pemanasan tanpa oksigen yang mampu mengurai material tertentu menjadi bahan bakar alternatif atau produk turunan lain yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam rencana kerja sama tersebut, Mars Plastic Solution akan menggandeng PT Benli Indonesia sebagai penyedia peralatan pengolahan ratik. Perusahaan swasta nasional tersebut dikenal bergerak di bidang produksi alat kebersihan dan peralatan pendukung sistem pengelolaan limbah.

Keith Bambang Indrawan menegaskan, program ini merupakan bagian dari visi keberlanjutan perusahaan bertajuk “Green & Sustainable Future Together”. Visi tersebut menekankan komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak positif bagi lingkungan melalui inovasi teknologi dan praktik bisnis berkelanjutan.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan serta pemaparan yang disampaikan pihak Mars Plastic Solution.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan pemaparan dari pihak Mars. Apa yang disampaikan akan kami kaji lebih lanjut, terutama terkait kesesuaian dengan kebutuhan dan kondisi pengelolaan ratik di Banjarmasin,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah kota akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk dari sisi teknis, regulasi, skema pembiayaan, hingga dampak lingkungan sebelum mengambil langkah lanjutan.

Pemerintah Kota Banjarmasin berharap, apabila rencana pembangunan fasilitas Zero Waste Material Recovery Plant dapat direalisasikan, maka akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan timbulan ratik harian, peningkatan nilai tambah limbah, serta mendorong sistem pengelolaan ratik yang lebih modern dan terintegrasi.

Selain itu, proyek tersebut juga dinilai berpotensi membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di sektor pengelolaan lingkungan.

Dengan timbulan ratik yang hampir menyentuh angka 500 ton per hari, Banjarmasin dihadapkan pada kebutuhan solusi jangka panjang yang inovatif. Penjajakan kerja sama ini menjadi salah satu langkah awal menuju transformasi sistem pengelolaan ratik yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada prinsip zero waste. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *