Banjarmasin, Jukung.co.id – Ibadah puasa Ramadan bukan hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Hal itu disampaikan Ustadz DR. dr. M. Rusdiansyah, M.Kes, SpPD, K-GH, FINASIM dalam kultum usai Sholat Tarawih di Mushalla Al-Hidayah, Jalan Pasar Lama Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah, pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah, malam Rabu (17/02/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustadz M. Rusdiansyah menjelaskan puasa memberikan kesempatan bagi organ tubuh, khususnya lambung, untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan bekerja lebih optimal.
“Puasa sangat bermanfaat untuk memperbaiki sel yang sudah rusak. Supaya lambung bisa bekerja dan mencerna makanan dengan lebih baik, maka perut itu harus diisi sepertiga makanan, sepertiga minuman, dan sepertiganya lagi dibiarkan kosong,” ujarnya di hadapan jamaah.
Menurutnya, konsep tersebut selaras dengan prinsip medis modern yang menekankan pola makan terkontrol dan tidak berlebihan. Ia menegaskan, puasa bukanlah penyebab tubuh menjadi lemas, melainkan justru menjadi modal untuk memperkuat fisik dan mental.
“Puasa menjadikan kita kuat, bukan lemah. Bahkan orang yang memiliki penyakit lambung atau maag, ketika menjalankan puasa dengan benar justru bisa menjadi lebih sehat. Artinya, puasa itu menyehatkan badan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menguraikan bila Ramadan terbagi dalam tiga fase utama, yakni sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, dan sepuluh hari ketiga. Setiap fase memiliki keutamaan tersendiri yang tidak hanya berdampak pada peningkatan spiritual, tetapi juga pembentukan karakter dan kedisiplinan diri.
Selain menahan lapar dan dahaga, puasa juga melatih umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi perbuatan tercela. Dengan pengendalian diri tersebut, seseorang diharapkan keluar dari Ramadan dalam keadaan lebih bersih, baik secara rohani maupun jasmani.
“Puasa juga mengajarkan kita mengontrol emosi dan bersabar. Setelah Ramadan berakhir, kita kembali dalam keadaan bersih dari dosa, termasuk tubuh kita yang bersih dari berbagai penyakit,” ucapnya.
Agar manfaat kesehatan selawas Ramadan dapat dirasakan secara maksimal, Ustadz M. Rusdiansyah menekankan pentingnya menjaga tiga hal utama yang ia sebut sebagai tiga “J”.
Pertama, menjaga Jadwal sahur dan berbuka agar teratur. Kedua, menjaga Jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. Ketiga, menjaga Jenis makanan dan minuman, terutama dengan menghindari kadar gula tinggi dan konsumsi karbohidrat berlebih.
“Kalau tiga J ini dijaga, insyaallah puasa tidak hanya berpahala, tetapi juga membuat tubuh lebih sehat,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Mushalla Al-Hidayah, Fullah, menyampaikan selawas Ramadan tahun ini, kultum usai Salat Tarawih akan digelar penuh selawas 30 hari.
“Kultum akan diisi setiap malam selawas Ramadan. Ini sudah menjadi agenda rutin kami,” ujarnya.
Selain menyelenggarakan sholat lima waktu dan Tarawih, mushalla yang berada di bantaran Sungai Martapura tersebut juga menyiapkan menu berbuka puasa bagi masyarakat.
“Siapa pun yang ingin berbuka puasa, silakan datang ke Mushalla Al-Hidayah Jalan Pasar Lama Laut Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kami terbuka untuk umum,” harapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan peningkatan ibadah di bulan suci, Mushalla Al-Hidayah berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat kesehatan, keimanan, dan solidaritas sosial masyarakat. (HNG/JCI).













