Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mematangkan persiapan menghadapi Lomba Tim Pembina Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui pembinaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lima kecamatan.
Kegiatan pembinaan diikuti seluruh pengurus Posyandu yang menjadi lokus penilaian dan dipimpin Ketua Tim Pembina Posyandu Banjarmasin, Neli Listriani, bersama Dinas Kesehatan Banjarmasin.
Ketua Tim Pembina Posyandu Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan pembinaan ini merupakan bagian penting dari tahapan persiapan menghadapi lomba tingkat provinsi. Oleh karena itu, pembinaan difokuskan pada Posyandu yang telah ditetapkan sebagai lokus penilaian.
“Pembinaan Posyandu 6 SPM ini kami lakukan secara bertahap dan terjadwal. Tujuannya agar Posyandu yang menjadi lokus benar-benar siap, baik dari sisi administrasi, layanan, maupun peran lintas sektornya,” ujarnya, baisukan Rabu (21/01/2026).
Adapun Posyandu yang menjadi lokus pembinaan meliputi Posyandu Kartini III Kelurahan Pemurus Baru, Posyandu Raya Kelurahan Pekapuran Raya, Posyandu Nusa Indah III Kelurahan Telaga Biru, Posyandu Antasan Indah V, serta Posyandu Antasan Indah II.
“Pelaksanaan pembinaan dimulai dari Posyandu di Pemurus Baru dan Pekapuran Raya, kemudian dilanjutkan ke Posyandu lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Neli Listriani menjelaskan, Posyandu 6 SPM merupakan bentuk revitalisasi peran Posyandu agar tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui konsep ini, Posyandu diharapkan berkembang menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif dan terpadu.
“Enam Standar Pelayanan Minimal yang diintegrasikan dalam Posyandu mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketertiban dan keamanan atau rantib. Ini adalah wujud transformasi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan publik,” jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, menyampaikan pembinaan Posyandu 6 SPM bertujuan memperkuat integrasi pelayanan dasar di tingkat kelurahan.
“Posyandu diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat informasi dan rujukan berbagai persoalan sosial, lingkungan, hingga ekonomi yang dihadapi masyarakat,” ucapnya.
Muhammad Ramadhan merinci, terdapat enam bidang SPM yang menjadi fokus pembinaan. Bidang kesehatan meliputi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, serta pencegahan penyakit. Bidang pendidikan mencakup layanan PAUD, literasi digital, perpustakaan kelurahan, serta penyediaan alat peraga edukasi.
Selanjutnya, bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat meliputi sanitasi, akses banyu bersih, serta penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Pada bidang sosial, pembinaan difokuskan pada penanganan penyandang disabilitas, lansia, anak terlantar, serta pendampingan psikososial. Sementara bidang ketertiban dan keamanan melibatkan unsur Rantib dan Linmas dalam perlindungan masyarakat serta ketertiban umum.
“Pembinaan dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sosialisasi dan pelatihan kader, koordinasi lintas sektor, penetapan Posyandu percontohan, hingga pendampingan dan kunjungan lapangan secara langsung oleh tim pembina,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Posyandu mampu bertransformasi menjadi ujung tombak pelayanan publik terpadu di tingkat masyarakat. Selain itu, Posyandu yang dibina diharapkan siap bersaing dan memberikan hasil terbaik dalam Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026. (EPW/JCI).













