Banjarnasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi, Informatika wan Statistik (Diskominfotik) terus memperkuat sistem pengawasan kota berbasis digital dengan mengintegrasikan jaringan Closed Circuit Television (CCTV) milik berbagai perangkat daerah ke dalam satu sistem terpadu.
Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan konsep smart city sekaligus menjawab meningkatnya kebutuhan pengawasan perkotaan di tengah tingginya aktivitas warga wan mobilitas kendaraan di Kota Seribu Sungai.
Penguatan sistem pengawasan tersebut disampaikan menyusul adanya usulan matan Forum Banjar Bersatu yang mendorong pemasangan CCTV di seluruh wilayah Banjarmasin gasan meningkatkan keamanan wan ketertiban warga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfotik Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, mengatakan pengembangan pengawasan berbasis CCTV wayahini sudah mulai direalisasikan wan kada lagi sebatas wacana.
Menurutnya, Pemko Banjarmasin telah melakukan integrasi sejumlah kamera pengawas milik perangkat daerah sebagai fondasi awal sistem pemantauan kota yang modern wan saling terhubung.
“Diskominfotik wayahini telah melakukan integrasi CCTV lintas SKPD, di antaranya CCTV milik Dinas Perhubungan melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) wan CCTV Diskominfotik. Sabarataan sistem tersebut telah terhubung wan wayahini dalam proses penyatuan ke dalam satu dashboard pengawasan kota gasan mendukung pemantauan terpadu berbasis smart city,” ujarnya, baisukan Jumat (22/05/2026).
Ia menjelaskan, dashboard terpadu yang tengah dikembangkan nantinya memungkinkan pemerintah melakukan pemantauan kondisi kota secara lebih cepat wan efisien.
Kada hanya memantau arus lalu lintas, sistem tersebut juga dapat membantu pengawasan aktivitas perkotaan hingga mendukung respons cepat terhadap berbagai situasi yang memerlukan penanganan instansi terkait.
Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarperangkat daerah juga dinilai akan semakin efektif lantaran sabarataan informasi pengawasan dapat diakses dalam satu pusat kendali.
“Integrasi ini menjadi bagian matan pengembangan konsep smart city di Banjarmasin. Penguatan pengawasan kota berbasis digital secara bertahap sebenarnya sudah mulai dilakukan melalui optimalisasi wan integrasi sistem yang telah ada,” ucapnya.
Diskominfotik pun menyambut positif usulan Forum Banjar Bersatu terkait perluasan pemasangan CCTV di berbagai titik wilayah kota.
Menurut Febpry Ghara Utama, partisipasi warga menjadi elemen penting dalam pengembangan sistem pengawasan kota agar lebih adaptif terhadap kebutuhan lapangan wan perkembangan kondisi perkotaan.
Seiring pertumbuhan aktivitas warga, kebutuhan terhadap teknologi pengawasan modern dinilai semakin mendesak, kada hanya gasan mendukung keamanan lingkungan, tetapi juga memperkuat pelayanan publik wan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Selain fokus pada integrasi antarinstansi, Pemerintah Kota Banjarmasin juga mulai membuka akses pemantauan CCTV kepada warga secara daring.
Melalui layanan Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan, warga dapat memantau kondisi lalu lintas di sejumlah titik strategis melalui situs resmi pemerintah kota.
Sementara itu, layanan CCTV publik yang dikelola Diskominfotik juga memungkinkan warga melihat aktivitas di beberapa kawasan strategis Banjarmasin secara real time.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk transparansi pelayanan publik sekaligus upaya meningkatkan keterlibatan warga dalam mendukung keamanan wan ketertiban kota.
Ke depan, Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan pengembangan sistem pengawasan berbasis digital akan terus dilakukan secara bertahap melalui optimalisasi jaringan CCTV, perluasan titik pemantauan, serta penguatan integrasi lintas perangkat daerah. (EPW/JCI).












