Siswa Sempat Lesehan, DPRD Banjarmasin Dorong Pemko Percepat Pemenuhan Sarana Sekolah

Siswa Sempat Lesehan, DPRD Banjarmasin Dorong Pemko Percepat Pemenuhan Sarana Sekolah

Banjarmasin, Jukung.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan sarana dan prasarana sekolah. Pada tahun 2026, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin mulai mendistribusikan ribuan meja dan kursi belajar ke sejumlah sekolah yang selawas ini masih kekurangan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Distribusi sarana tersebut menyasar sekolah-sekolah yang mengalami keterbatasan meja dan kursi akibat kerusakan maupun ketidakseimbangan jumlah ruang kelas dengan fasilitas yang tersedia. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret pemerintah daerah dalam menjamin kenyamanan dan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listriani, mengapresiasi langkah cepat dan responsif yang dilakukan Pemko Banjarmasin melalui Disdik. Menurutnya, pemenuhan fasilitas dasar seperti meja dan kursi merupakan kebutuhan mendesak yang tidak boleh diabaikan.

Neli Listriani mencontohkan kondisi yang sebelumnya terjadi di SDN Murung Raya 5 Banjarmasin, di mana sejumlah siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk lesehan di lantai karena tidak tersedianya meja dan kursi belajar yang layak.

“Sebelumnya siswa-siswi di SDN Murung Raya 5 sempat belajar lesehan karena tidak memiliki meja dan kursi. Alhamdulillah tahun ini mereka sudah bisa belajar dengan nyaman. Saya sangat mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan Dinas Pendidikan Banjarmasin,” ujar Neli Listriani usai meninjau sekolah tersebut, tengah hari Selasa (20/01/2026).

Ia menilai, penyediaan fasilitas belajar yang memadai tidak hanya berdampak pada kenyamanan siswa, tetapi juga berpengaruh terhadap konsentrasi, kesehatan, dan kualitas pembelajaran secara keseluruhan.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, menjelaskan pendistribusian meja dan kursi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil peninjauan yang dilakukan Disdik pada pertengahan tahun 2025. Dari peninjauan tersebut, ditemukan sejumlah sekolah yang mengalami kekurangan fasilitas belajar akibat kerusakan maupun keterbatasan sarana.

“Setelah peninjauan, kami langsung melakukan pendataan sekolah-sekolah yang masih minim fasilitas dan sarana prasarana,” jelasnya.

Berdasarkan data tersebut, Disdik Banjarmasin mulai menyalurkan bantuan meja dan kursi secara bertahap pada tahun 2026. Setiap sekolah penerima bantuan mendapatkan fasilitas untuk satu ruang kelas terlebih dahulu, dengan prioritas pada sekolah yang kondisinya paling mendesak.

Ryan Utama mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat sekitar 57 ribu meja dan kursi di sekolah-sekolah Banjarmasin yang tercatat rusak atau belum mencukupi kebutuhan ruang kelas. Oleh karena itu, penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.

Ke depan, Disdik Banjarmasin juga akan mengubah pola distribusi yang sebelumnya dilakukan secara merata menjadi berbasis skala prioritas, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Kami ingin bantuan ini fokus ke sekolah yang paling membutuhkan, sehingga kenyamanan belajar siswa bisa meningkat dan kualitas pendidikan di Kota Banjarmasin terus membaik,” pungkasnya. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *