Halaman SDN Murung Raya 1 Tergenang Lima Bulan, DPRD Banjarmasin Minta Solusi Cepat

Halaman SDN Murung Raya 1 Tergenang Lima Bulan, DPRD Banjarmasin Minta Solusi Cepat

Banjarmasin, Jukung.co.id – Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listriani, bersama Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, meninjau kondisi halaman SD Negeri Murung Raya 1 yang berada di Gang Laila, Jalan Kelayan A, Kelurahan Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan, tengah hari Selasa (20/01/2026).

Dalam peninjauan tersebut, rombongan mendapati kondisi halaman sekolah yang tergenang banyu cukup parah hingga berlumut. Genangan banyu ini telah berlangsung hampir lima bulan dan dinilai sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar, khususnya kegiatan siswa di luar ruang kelas.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Neli Listriani, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia menilai, lingkungan sekolah yang tergenang banyu tidak hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Neli Listriani meminta Dinas Pendidikan Banjarmasin segera mengambil langkah konkret dengan mencarikan solusi jangka pendek agar aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tetap dapat berjalan secara optimal.

“Disdik bisa segera mencarikan solusi jangka pendek untuk mengatasi banyu yang menggenang di halaman sekolah ini. Kasihan anak-anak tidak bisa optimal dalam proses belajar mengajar, terutama saat beraktivitas di halaman sekolah,” ujar Neli Listriani usai peninjauan.

Ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan setempat untuk menelusuri penyebab utama genangan banyu. Menurutnya, salah satu kemungkinan yang perlu segera dicek adalah adanya saluran drainase yang tersumbat atau tidak berfungsi maksimal.

“Perlu ditelusuri penyebabnya, apakah ada saluran banyu yang tersumbat atau masalah lain di sekitar lingkungan sekolah. Koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan sangat penting agar bisa dilakukan pembersihan secepatnya,” tambahnya.

Namun demikian, Neli Listriani mengungkapkan penanganan secara menyeluruh menghadapi kendala status lahan. Berdasarkan informasi yang diterima, lahan SDN Murung Raya 1 bukan merupakan aset Pemerintah Kota Banjarmasin, melainkan milik warga.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak bisa serta-merta melakukan pembenahan besar-besaran. Meski demikian, Neli Listriani mendorong Disdik Banjarmasin untuk tetap mencari alternatif solusi yang memungkinkan.

“Karena lahan ini milik warga, tentu ada keterbatasan. Salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah pembuatan halaman panggung dari kayu ulin atau peninggian halaman sekolah,” jelasnya.

Meski begitu, Neli Listriani menegaskan setiap opsi solusi harus dikaji secara matang agar tidak menimbulkan dampak baru bagi lingkungan sekitar, terutama pemukiman warga.

“Harus dipastikan tidak menimbulkan masalah baru. Jangan sampai setelah ditinggikan, banyu justru mengalir ke rumah-rumah warga sekitar. Ini harus dipikirkan dengan cermat,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan banjir yang berdampak pada sejumlah sekolah di Banjarmasin, termasuk SDN Murung Raya 1.

Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan Banjarmasin akan menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah yang terdampak banjir untuk membahas solusi jangka panjang yang sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Minggu depan kami akan mengadakan pertemuan bersama kepala sekolah yang terdampak banjir. Dari data yang kami miliki, ada sekitar 100 sekolah yang terdampak banjir. Kami akan duduk bersama untuk berdiskusi dan mencari solusi sesuai dengan permasalahan masing-masing sekolah,” ucapnya.

Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan menjadi dasar perumusan langkah penanganan yang lebih terstruktur, baik dalam bentuk perbaikan sarana prasarana maupun koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.

Di sisi lain, Kepala SDN Murung Raya 1 Banjarmasin, Novi Ariyanti, berharap adanya penanganan cepat, setidaknya untuk solusi jangka pendek agar aktivitas belajar siswa tidak terus terganggu.

Menurutnya, genangan banyu di halaman sekolah bukan kali pertama terjadi. Masalah serupa bahkan telah berulang selawas kurang lebih lima tahunan ini.

“Kondisi seperti ini sudah berulang kali terjadi dan sekitar lima tahun terakhir semakin terasa dampaknya. Kami sangat berharap ada penanganan cepat agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan nyaman,” pungkasnya. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *