Banjarmasin, Jukung.co.id – Kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kalimantan Selatan resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Pelantikan ini sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Kalimantan Selatan.
Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, Sahabat Margaret A. Maimunah. Momentum ini menjadi penanda dimulainya masa khidmat kepengurusan baru Fatayat NU di tingkat wilayah hingga cabang kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan, periode 2025-2030.
Sahabat Margaret A. Maimunah menekankan pentingnya penguatan organisasi secara menyeluruh, baik dari sisi struktur kelembagaan, kaderisasi, program kerja, hingga layanan nyata kepada masyarakat. Ia berharap Fatayat NU di Kalimantan Selatan mampu menjalankan visi organisasi secara konsisten dan berkelanjutan.
“Visi kita adalah menjadikan Fatayat NU lebih baik dari berbagai sisi, mulai dari penguatan struktur organisasi, kaderisasi yang berkelanjutan, program kerja yang tepat sasaran, hingga penguatan layanan kepada masyarakat,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU, Sahabat Margaret A. Maimunah usai pelantikan, jelang kamarian Jumat (16/01/2026).
Menurutnya, Fatayat Nahdlatul Ulama merupakan organisasi perempuan yang memiliki fokus utama pada isu-isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pengurus Fatayat NU di tingkat cabang agar peka terhadap berbagai persoalan perempuan dan anak di daerah masing-masing.
“Di setiap kabupaten dan kota, sahabat-sahabat Fatayat NU harus mulai mengenali problem nyata yang dihadapi perempuan dan anak. Fatayat NU harus hadir di tengah mereka dan bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama mencari solusi,” tegasnya.
Ketua PW Fatayat NU Kalimantan Selatan, Hilyah Aulia, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran organisasi dalam isu perlindungan perempuan dan anak melalui pembentukan Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A).
Menurut Hilyah Aulia, pembentukan LKP3A merupakan bentuk bakti sosial Fatayat NU kepada masyarakat, sekaligus wujud nyata kehadiran organisasi perempuan NU di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Sebagai organisasi perempuan NU, kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi perempuan dan anak yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, LKP3A akan secara khusus bergerak dalam pemberdayaan perempuan dan anak yang merasa terzalimi, mengalami kekerasan, atau tengah berhadapan dengan persoalan hukum. Fatayat NU jelas Hilyah Aulia, ingin memastikan perempuan di Kalimantan Selatan tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah.
“Kami ingin perempuan-perempuan di Kalimantan Selatan merasa didampingi. Fatayat NU akan mendengar keluh kesah mereka, membersamai, dan melakukan pendampingan hingga proses advokasi hukum jika diperlukan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Fatayat NU Kalsel juga terus menjalin koordinasi dengan lembaga pemerintah serta aparat penegak hukum. Bahkan, beberapa kasus yang ditangani telah memasuki tahap pendampingan bersama lembaga pemberdayaan perempuan dan anak di lingkungan Fatayat NU.
Lebih lanjut, Hilyah Aulia menegaskan, Fatayat NU Kalsel memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kebijakan di tingkat pusat dengan realitas di lapangan. Peran tersebut penting agar kepengurusan di tingkat cabang tetap hidup, aktif, dan berjalan sejalan dengan visi besar organisasi.
“Kami ingin cabang-cabang Fatayat NU tetap bergerak, responsif, dan mampu menerjemahkan kebijakan pusat sesuai dengan kebutuhan di daerah,” pungkasnya.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Latihan Kader Lanjutan (LKL) Angkatan II yang dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarbaru pada 16–18 Januari 2026. Kegiatan kaderisasi ini menjadi bagian dari upaya Fatayat NU dalam menyiapkan kader perempuan NU yang tangguh, berdaya, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. (HNG/JCI).













