Hampir Setengah Bulan Terendam, Warga Komplek Mandastana Bertahan Terjang Banjir Hingga Sepinggang

Hampir Setengah Bulan Terendam, Warga Komplek Mandastana Bertahan Terjang Banjir Hingga Sepinggang

Banjarmasin, Jukung.co.id – Warga Komplek Mandastana, Jalan Gatot Subroto 10, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, harus berjibaku dengan banjir yang tidak kunjung surut. Setiap hari, mereka terpaksa menerjang genangan banyu setinggi pinggang orang dewasa hanya untuk menjalani aktivitas dasar seperti bekerja, berbelanja kebutuhan pokok, hingga mengantar anak.

Kondisi terparah terjadi di RT 32 jalur Mandastana IV hingga Mandastana V, yang selawas hampir setengah bulan ini menjadi kawasan dengan genangan paling tinggi. Banjir tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga merendam teras hingga masuk ke dalam rumah warga.

Salah satu warga terdampak, Jamilah tidak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan kondisi yang dialaminya. Rumahnya yang berdiri di dekat lahan rawa membuat banyu dengan cepat mengepung permukiman saat banjir terjadi.

“Sudah seminggu ini banyu tinggi sampai sepinggang. Kalau malam hari, banyu bahkan masuk ke dalam rumah. Tapi mau tidak mau tetap harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya dengan suara bergetar, kamarian Kamis (08/01/2026).

Ia berharap pemerintah daerah dapat turun langsung melihat kondisi warganya yang terdampak cukup parah di kawasan tersebut. “Sudah seminggu ini tidak ada wali kota atau wakil wali kota yang datang ke sini. Kasihan kami,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Yuni, warga lainnya di Komplek Mandastana. Ia mengaku meski banjir kali ini belum separah peristiwa besar pada 2021 lalu, namun kekhawatiran warga terus meningkat karena banyu tidak menunjukkan tanda-tanda surut.

“Sejak malam Minggu, banyu makin naik. Di beberapa jalur sudah sepinggang. Kami takut banjir besar lima tahun lalu terulang kembali,” ungkapnya.

Ketua RT 32 Komplek Mandastana, Said Saleh Bahasyim menjelaskan banjir di wilayahnya sudah berlangsung hampir tiga minggu. Ketinggian banyu bervariasi, mulai dari selutut hingga sepinggang orang dewasa.

Menurutnya, terdapat sekitar 15 kepala keluarga atau 40 jiwa yang terdampak banjir di RT 32. Sebagian besar warga merupakan keluarga kurang mampu dengan kondisi bangunan rumah yang rentan terhadap genangan banyu.

“Hampir sebulan ini kami rutin memantau kondisi banjir dan rumah warga. Alhamdulillah, warga kurang mampu yang terdampak langsung mendapat perhatian dari kecamatan dan kelurahan berupa bantuan sembako,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejak banjir melanda, aktivitas warga menjadi sangat terbatas dan tidak bisa berjalan normal. Bantuan yang disalurkan setidaknya membantu warga bertahan di tengah kondisi sulit.

Hingga kini, warga Komplek Mandastana masih berharap adanya penanganan lanjutan serta perhatian lebih dari pemerintah kota, terutama jika banjir terus bertahan dan berpotensi semakin meluas. (EPW/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *