Banjarmasin, Jukung.co.id – Warga Kelayan B Kelurahan Kelayan Tengah, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kembali menyuarakan keluhan mereka terkait kondisi jalan lingkungan yang hingga kini belum selesai diperbaiki, meski proyek pemeliharaan sudah berjalan lebih dari satu bulan.
Jalan yang merupakan akses vital bagi warga itu tengah masuk dalam program pemeliharaan berkala oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin. Proyek tersebut bernilai hampir Rp2 miliar, dikerjakan penyedia CV. Gunung Wilis dan diawasi PT. Matra Estetika Rekayasa, dengan masa pengerjaan yang ditetapkan selawas 90 hari kalender.
Namun hingga Rabu (12/11/2025), warga mengaku belum melihat tanda-tanda dimulainya proses pengaspalan. Aktivitas di lapangan dinilai minim, sementara kondisi jalan yang rusak justru semakin menyulitkan warga.
Isna, salah seorang warga, mengungkapkan jalan tersebut berubah menjadi licak parah setiap kali musim hujan atau ketika banyu pasang.
“Pengendara banyak yang rabah karena licin. Bahkan ada warga yang memilih berjalan tanpa memakai sandal supaya kada tagugur,” ujarnya.
Ia juga menyebut ketika cuaca panas, jalan itu berubah menjadi sumber debu yang mengganggu pedagang di sepanjang ruas, termasuk usahanya sendiri.
Keluhan serupa disampaikan Amang Suriyani, warga lainnya. Menurutnya, debu tebal yang beterbangan saat cuaca panas membuat warga sering sesak napas.
“Wayah panas, bedabu sekali. Sampai maulah sesak nafas tahirup debu itu,” keluhnya.
Proyek pemeliharaan jalan sepanjang 1.420 meter ini sejatinya ditujukan untuk memperbaiki kualitas infrastruktur lingkungan, namun lambatnya progres membuat warga semakin tidak nyaman. Selain berlumpur saat hujan, jalan menjadi berdebu ketika kering, sehingga membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas harian masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, menegaskan pengerjaan masih berjalan sesuai tahapan teknis.
“Wayah ini masih dalam proses pengerasan tanah sebelum pengaspalan. Tahap ini memang memerlukan waktu lawas karena harus memastikan komposisi tanah dan daya dukung lapisan bawah jalan benar-benar kuat,” jelasnya.
Ia meminta warga bersabar, karena hasil akhir yang baik akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian ruas jalan Kelayan B sudah mulai dipadatkan menggunakan campuran tanah dan batu. Namun sejumlah titik lainnya masih menunjukkan kondisi berlumpur setelah diguyur hujan dan berubah menjadi debu saat cuaca panas. Situasi inilah yang terus dikeluhkan warga lantaran mengganggu keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (EPW/JCI).













