Berita  

Warga Pekauman Keluhkan Drainase Tersumbat

Warga Pekauman Keluhkan Drainase Tersumbat

Banjarmasin, Jukung.co.id  –  Anggota DPRD Banjarmasin, Rahman Nanang Riduan, S.H., kembali menyerap aspirasi warga melalui kegiatan reses masa sidang III tahun 2025, yang digelar mulai 5 hingga 8 Oktober 2025. Reses ini dilakukan di daerah pemilihan masing-masing dengan didampingi perwakilan SKPD serta pihak kelurahan.

Pada hari ketiga reses, Rahman Nanang Riduan menemui warga di Jalan Muhajirin No. 19 RT 12, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Warga menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi lingkungan, salah satunya adalah saluran drainase atau got yang tersumbat.

Menurut warga, ketika hujan turun, banyu dari saluran drainase meluap dan menggenangi Jalan 9 Oktober, membuat jalan menjadi licin dan membahayakan pengguna kendaraan. Kondisi ini juga menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitar lokasi. “ Banyu got sering meluap saat hujan. Jalan menjadi licin, dan itu berbahaya bagi pengendara,” ujar warga.Menanggapi keluhan tersebut, Rahman Nanang Riduan menjelaskan, persoalan drainase memang menjadi isu yang berulang. “Keluhan ini juga muncul pada reses-reses sebelumnya. Aspirasi warga akan kami sampaikan kepada Dinas PUPR Banjarmasin agar segera mendapat penanganan,” jelasnya.

Ia menekankan, kegiatan reses bukan sekadar mendengar aspirasi, tetapi juga memastikan bahwa masalah yang disampaikan warga ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Hasil reses akan menjadi bahan pembahasan di DPRD dan koordinasi dengan pemerintah kota untuk perbaikan fasilitas publik.

Rahman Nanang Riduan menyatakan, semua aspirasi akan dicatat dan diprioritaskan sesuai urgensi, sehingga kehadiran DPRD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Reses merupakan agenda rutin DPRD Banjarmasin tiga kali dalam setahun. Melalui kegiatan ini, anggota dewan dapat menjembatani kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menilai langsung kondisi lapangan dan mencari solusi nyata atas masalah yang dihadapi masyarakat. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *