Budaya  

Bunda Dewi Yull Kembali Kenang Film “Menyibak Buih Barito”

Bunda Dewi Yull Kembali Kenang Film “Menyibak Buih Barito”

Banjarmasin, Jukung.co.id – Kehadiran Bunda Hj Dewi Yull, penyanyi era 80-an yang kini aktif berdakwah, berhasil menyedot perhatian ratusan muslimah dalam Kajian Inspiratif Muslimah yang digelar Majelis Tabliq dan Ketarjihan Aisyiah Ranting Ar Rahim Banjarmasin 3 bekerja sama dengan Sahabat Dakwah Almahyra, di Masjid Ar Rahim, Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara, baisukan Senin (29/09/2025).

Dalam tausiyahnya bertema “Jembatan Surga Bernama Mertua”, Bunda Dewi Yull tidak hanya membagikan pengalaman spiritual dan nasihat keibuan, tetapi juga mengenang perjalanan kariernya sebagai seniman, terutama momen ketika tinggal lawas di Banjarmasin saat pembuatan film “Menyibak Buih Barito”. Film ini pernah meraih Penghargaan Piala Widya dan menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya.

“Waktu itu saya tinggal cukup lawas di Banjarmasin untuk syuting film Menyibak Buih Barito. Pembuatan filmnya luar biasa karena dilakukan di lokasi asli sepanjang Sungai Barito hingga Loksado. Banyak pengalaman dan kenangan yang tidak terlupakan,” ujar Bunda Dewi Yull usai memberikan inspirasi pada jamaah.

Bunda Dewi Yull juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan agar generasi muda dan para ibu tetap menghargai tradisi Banjar, seperti budaya sungai, sambil mengembangkan kesabaran dan keteladanan dalam keluarga.

“ Kalau ke Banjarmasin yang diingat adalah iwak papuyu, sungainya keren luar biasa,” kenangnya.Elly Rahmi Adjim Arijadi, anggota Aisyiyah Ranting Ar Rahim sekaligus pelaku seni dan pimpinan Sanggar Budaya Kalimantan Selatan, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Bunda Dewi Yull. Menurutnya, bunda Dewi Yull sewaktu pembuatan film Menyibak Buih Barito tinggal lawas di Banjarmasin.

“Bunda Dewi Yull tidak hanya seorang artis serba bisa, tetapi juga sosok yang bisa menginspirasi kehidupan sehari-hari. Pengalaman beliau dalam film Menyibak Buih Barito menunjukkan dedikasi dan profesionalisme seni yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan,” ucapnya.

Elly Rahmi Adjim Arijadi mengatakan, ada beberapa artis turut terlibat dalam pembuatan film Menyibak Buih Barito yang disutradarai Ismail Soebardjo, selain bunda Dewi Yull ada Torro Margens, Nani Wijaya, drg.Fadli, serta artis lokal dari Sanggar Budaya Kalsel. Dengan mengambil lokasi stutingnya dari sepanjang Sungai Barito hingga Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“ Bunda Dewi Yull ini memang sangat luar biasa artis yang serba bisa penyanyi yang juga luar biasa, sekarang beliau menginpirasi ibu-ibu dalam menghadapi kesabaran sesuai dengan tema kali ini Jembatan Surga Bernama Mertua,”pungkasnya. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *