Tapin, Jukung.co.id – Suara rebana berpadu lantunan sholawat bergema di langit Desa Banua Halat, Kabupaten Tapin yang diguyur hujan, baisukan Sabtu (06/09/2025). Ratusan ayunan berhiaskan janur kuning, kain warna-warni, hingga buah-buahan bergoyang pelan, seiring wajah-wajah bahagia orang tua yang mengayun putra-putri mereka. Meski cuaca mendung, semangat ribuan warga yang datang dari berbagai daerah tidak surut untuk menyaksikan tradisi yang hanya hadir sekali dalam setahun: Baayun Mulud.
“Anak saya ikut Baayun Mulud agar tumbuh sehat dan mendapat berkah Nabi,” ujar Hesti Kamariyah, salah satu peserta yang tampak haru mendampingi anaknya.
Tidak hanya anak-anak, peserta dewasa pun banyak mengikuti prosesi ini dengan berbagai nazar, termasuk memohon kesembuhan dari penyakit. Peserta pun datang dari beragam latar belakang, mulai dari bayi berusia 20 hari hingga lansia berumur 90 tahun.
Hajanah, warga Banjarmasin yang selalu hadir setiap tahun, menyebut tradisi ini sebagai momen sakral sekaligus pengikat rasa kebersamaan antarwarga.
Dengan ribuan peserta dan penonton yang memadati lokasi, Baayun Mulud kian kokoh sebagai ikon budaya religius masyarakat Banua. Suasananya bukan hanya meriah, tapi juga khidmat, menghadirkan harmoni antara tradisi, doa, dan cinta pada Rasulullah SAW. (AHF/JCI).
