DARI KEGUNDAHAN JADI KARYA! HAPPENING ART RUANG 17 BANGKITKAN SEMANGAT BERKESENIAN BANUA

DARI KEGUNDAHAN JADI KARYA! HAPPENING ART RUANG 17 BANGKITKAN SEMANGAT BERKESENIAN BANUA

Banjarmasin, Jukung.co.id – Halaman UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jalan Hasan Basri, Banjarmasin Utara, berubah menjadi ruang ekspresi yang penuh warna wayah puluhan pencinta seni matan berbagai sanggar wan komunitas berkumpul dalam kegiatan Happening Art Ruang 17, kamarian Rabu (17/06/2026).

Musik mengalun, puisi dibacakan, tarian dipentaskan, sementara kanvas menjadi media curahan rasa. Sabarataan menyatu dalam Happening Art Ruang 17, sebuah ruang kreatif yang mempertemukan puluhan seniman Kalimantan Selatan gasan berbagi gagasan, mengekspresikan kegelisahan, wan membangkitkan kembali semangat berkesenian.

Happening Art Ruang 17 yang menyatu dalam sebuah ruang kreatif mengusung tema “Penyemangat” ini, menjadi wadah gasan buhan seniman untuk mengekspresikan gagasan, kegelisahan, sekaligus membangun kembali semangat berkesenian di Kalimantan Selatan.

Perwakilan seniman, Fierhansyah, mengatakan Happening Art Ruang 17 lahir dari keinginan untuk merangkul sabarataan elemen seni, mulai dari generasi muda hingga buhan seniman senior.

Menurutnya, ruang tersebut dibangun gasan menghidupkan kembali rasa kebersamaan di antara buhan pelaku seni yang selawas ini mungkin berjalan sendiri-sendiri.

“Kami ingin mengembalikan semangat berkesenian secara bersama. Kadada lagi rasa asing ketika datang ke Taman Budaya. Sabarataan bisa saling mengenal, berbagi gagasan, wan berkolaborasi,” ujarnya.

Ia menegaskan Happening Art Ruang 17 bukan sekadar pertunjukan seni biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan gasan siapa aja yang ingin mengekspresikan diri melalui karya wan kreativitas.

Berbagai bentuk seni dibuka untuk ditampilkan, mulai dari teater, tari, musik, sastra, seni rupa, performance art, hingga pembacaan puisi.

Sementara itu, seniman lainnya, Syahriel M. Noor, menjelaskan Happening Art Ruang 17 terinspirasi dari kegiatan seni yang pernah digelar sebelumnya, yakni Ekspresi 17.

Namun kali ini, konsep yang diusung lebih terbuka dengan melibatkan sabarataan komunitas seni tanpa batasan kelompok maupun latar belakang.

“Kalau dulu hanya satu komunitas yang menginisiasi, sekarang Ruang 17 hadir gasan sabarataan. Ini ruang bersama yang ingin merangkul sabarataan ekosistem seni di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Syahriel M. Noor menambahkan, kegiatan ini direncanakan akan berlangsung secara rutin saban tanggal 17 dengan mengangkat tema yang berbeda-beda.

Buhan pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memiliki minat di bidang seni jua diberikan kesempatan untuk berpartisipasi wan menampilkan karya mereka pada kegiatan berikutnya.

“Kami ingin Ruang 17 menjadi rumah bersama gasan buhan seniman wan siapa aja yang ingin menyampaikan gagasan melalui karya seni,” tambahnya.

Happening Art Ruang 17 digagas oleh sejumlah seniman Banua, yakni Fierhansyah, Syahriel M. Noor, Riza Wardhani, Hijromi Adjim Arijadi, Handriyan Yudha Sakti, wan Bayu Bastari. (HNG/JCI).

Exit mobile version