Berita  

Warga Kelayan Timur Minta TPS3R, Hilyah Aulia Siap Perjuangkan Penanganan Ratik

Warga Kelayan Timur Minta TPS3R, Hilyah Aulia Siap Perjuangkan Penanganan Ratik

Banjarmasin, Jukung.co.id  – Tumpukan ratik yang masih terlihat di sejumlah kawasan Banjarmasin Selatan menjadi perhatian warga Jalan Gerilya, Kampung Peradapan RT 38, Kelurahan Kelayan Timur. Hal ini mereka sampaikan saat Anggota DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, melakukan penelaahan aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang ke dua tahun 2025, jelang tengah hari Ahad (29/06/2025).

Salah satu solusi yang diusulkan warga adalah pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Keberadaan TPS3R dinilai sangat penting untuk mengurangi penumpukan ratik, karena memungkinkan proses pemilahan dilakukan sejak dari sumbernya sebelum dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Lurah Kelayan Timur, M. Gazali, menyatakan bahwa TPS3R akan sangat membantu terutama bagi para petugas kebersihan, atau yang dikenal dengan sebutan “paman grobak”, yang selawas ini harus melintasi jumbatan tinggi untuk membuang ratik ke tempat pembuangan sementara.

“Wilayah Kelayan Timur adalah yang terluas di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Maka, kami harap usulan warga ini menjadi prioritas. Dengan TPS3R, pengelolaan ratik bisa lebih efektif, dan beban para paman grobak juga berkurang,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Hilyah Aulia menyatakan bahwa aspirasi warga terkait pembangunan TPS3R akan segera dikoordinasikan dengan dinas dan instansi teknis yang berwenang. Ia menekankan bahwa masalah ratik bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

“Keberadaan TPS3R sangatlah penting untuk mengatasi tumpukan ratik. Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian adalah depan Pasar Baimbai, Kelayan B. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut,” ujar Hilyah Aulia, yang juga merupakan politisi  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hilyah Aulia berharap instansi terkait dapat segera merespons aspirasi warga agar persoalan ratik tidak semakin parah dan tidak terjadi lagi keadaan darurat ratik di Banjarmasin, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

“Aspirasi ini akan kami kawal. Semoga segera ada solusi konkret, karena menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *