Hilyah Aulia Hadirkan Seni Madihin dalam Reses, Ajak Warga Lestarikan Budaya Banua

Hilyah Aulia Hadirkan Seni Madihin dalam Reses, Ajak Warga Lestarikan Budaya Banua

Banjarmasin, Jukung.co.id  – Mengenalkan dan melestarikan kesenian daerah Kalimantan Selatan bisa dilakukan melalui berbagai cara. Salah satunya seperti yang dilakukan Anggota DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, saat melaksanakan penelaahan aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses masa sidang ke dua tahun 2025 di Jalan Gerilya, Kampung Peradapan RT 38, Kelurahan Kelayan Timur, Banjarmasin Selatan, jelang tengah hari Ahad (29/06/2025).

Dalam kegiatan reses, Hilyah Aulia tak hanya mendengarkan aspirasi warga, tetapi juga menghadirkan hiburan bernuansa budaya lokal. Ia mengajak salah seorang seniman muda dari Kelayan Timur untuk menampilkan seni Madihin, sebuah seni bertutur khas Kalimantan Selatan yang penuh humor, kritik sosial, dan petuah kehidupan.

Kehadiran sang seniman dengan gaya bertutur yang jenaka sukses mengundang gelak tawa warga yang hadir. Momen ini menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih mampu memikat hati masyarakat, terutama bila dikemas secara menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Seni Madihin ini harus terus dimunculkan di setiap kesempatan. Budaya yang kita miliki harus terus dikenalkan, terutama kepada generasi muda, agar tidak hilang dimakan zaman,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Ia juga menyampaikan, budaya Banua sebenarnya sangat menarik dan memiliki nilai-nilai luhur yang dalam. Hanya saja, penyajiannya perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tetap diminati masyarakat.

“Budaya kita tidak kalah menarik dengan budaya luar. Tinggal bagaimana kita menyajikannya supaya lebih atraktif dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda,” tambahnya.

 Hilyah Aulia menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang mulai melupakan budaya lokal. Karena itu, melalui kegiatan reses yang dikemas secara berbeda ini, ia berharap bisa kembali mengingatkan warga akan pentingnya melestarikan warisan budaya daerah.

Hilyah Aulia juga mengajak seluruh warga Banjarmasin, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga bangga dengan budaya lokal yang dimiliki, agar tetap lestari sepanjang masa.

“Ini langkah kecil, tapi sangat berarti. Semoga dari kegiatan seperti ini, masyarakat bisa kembali mencintai budaya Banua,” pungkasnya. (HNG/JCI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *