Banjarmasin, Jukung.co.id — Anggota DPRD Banjarmasin kembali turun ke daerah pemilihannya masing-masing dalam rangka menjalankan agenda reses masa sidang II tahun 2025. Agenda reses ini berlangsung selawas tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juni 2025, dengan tujuan untuk melakukan penelaahan sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Salah satu anggota dewan, Gusti Yasni Iqbal, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Seberang Mesjid, Kecamatan Banjarmasin Tengah, jelang tengah hari Sabtu (28/06/2025). Dalam kegiatan tersebut, sejumlah persoalan mendasar kembali disuarakan oleh masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur lingkungan.
Warga mengeluhkan masih adanya kendala dalam pendistribusian bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Menurut mereka, banyak anak dari keluarga kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan tersebut, padahal sangat membutuhkannya untuk menunjang biaya sekolah.
Selain itu, masalah pelayanan BPJS Kesehatan gratis juga menjadi sorotan. Sejumlah warga menyampaikan bahwa belum seluruh masyarakat dari kelompok rentan terdaftar sebagai penerima manfaat BPJS gratis, sehingga menyulitkan mereka dalam mengakses layanan kesehatan secara maksimal.

Persoalan infrastruktur pun turut mencuat dalam agenda reses tersebut. Warga mengungkapkan sejumlah perbaikan infrastruktur lingkungan yang belum terealisasi, seperti jalan dan drainase. Hal ini disinyalir akibat adanya pergeseran atau pengurangan anggaran yang terjadi beberapa waktu lalu.
Menanggapi berbagai keluhan itu, Gusti Yasni Iqbal menyatakan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah dicatat dan langsung didengar oleh sejumlah perwakilan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Segala permasalahan sudah langsung didengar oleh perwakilan SKPD yang hadir dalam reses ini, sehingga proses tindak lanjutnya akan lebih cepat. Semua aspirasi ini akan kami bawa ke rapat dewan agar bisa masuk dalam pokok-pokok pikiran atau pokir DPRD,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Gusti Yasni Iqbal menegaskan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat, serta memastikan bahwa program-program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan warga di lapangan.
Agenda reses ini menjadi salah satu instrumen penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, karena menjembatani aspirasi masyarakat secara langsung untuk kemudian ditindaklanjuti melalui pembahasan anggaran dan kebijakan di DPRD Banjarmasin. (HNG/JCI).












