Banjar, Jukung.co.id – Pelaksanaan rapat koordinasi Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia ke-24 Kalimantan Selatan terasa istimewa. Untuk pertama kalinya, rakor digelar di alam terbuka, tepatnya di salah satu pendopo Taman Hutan Raya Sultan Adam, Jalan Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, jelang tengah hari Kamis (12/06/2025).
Rapat koordinasi ini dihadiri 16 Kepala Taman Budaya dari berbagai provinsi di Indonesia, sementara sisanya mengikuti secara daring melalui Zoom. Fokus utama rapat adalah penyusunan petunjuk teknis pelaksanaan Temu Karya yang akan digelar pada bulan September mendatang.
Ketua Forum Taman Budaya se-Indonesia, Ary Herianto mengatakan Kalimantan Selatan sudah sangat siap untuk menjadi tuan rumah Temu Karya Taman Budaya ke-24 pada September 2025.
“Kalimantan Selatan sangat siap melaksanakan Temu Karya tahun ini. Dalam rakor ini sudah kami bahas rundown acara, tanggal pelaksanaan, dan aspek teknis lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap pelaksanaan Temu Karya Taman Budaya selalu ditargetkan lebih baik dari sebelumnya. “Kami selalu berefektasi, dari tahun ke tahun penyelenggaraan Temu Karya harus semakin baik,” tegasnya.
Dalam rakor ini juga ditetapkan tuan rumah Temu Karya ke-25 dan ke-26. “Kita putuskan Temu Karya ke-25 akan dilaksanakan di Bali, dan ke-26 di Sumatra Utara. Sebelumnya memang sempat direncanakan di Sulawesi Utara, tetapi karena kesiapan infrastruktur belum memadai, maka dipindahkan ke Bali,” jelasnya.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, S.Sn menjelaskan alasan pemilihan lokasi rakor di alam terbuka.
“Kami ingin memberikan nuansa yang berbeda. Tempat ini dikelilingi pemandangan pegunungan, sehingga menciptakan suasana yang lebih segar dan inspiratif,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa rakor ini menjadi fondasi penting dalam menyusun juknis Temu Karya yang akan menampilkan rangkaian kegiatan kebudayaan.”Akan ada pertunjukan seni, pameran seni rupa, diskusi, dan pawai budaya. Tema tahun ini adalah Suluh Budaya Gerbang Nusantara, dan ini menjadi salah satu program unggulan kami,” jelasnya.
Sekretaris Forum Taman Budaya se-Indonesia ini pun berharap agar seluruh kepala taman budaya dapat hadir langsung.
“Kami berharap 28 Kepala Taman Budaya se-Indonesia bisa datang ke Kalimantan Selatan untuk menyukseskan gelaran Temu Karya ke-24 ini,” pungkasnya.(HNG/JCI).
